7 Pertolongan Pertama saat Asam Lambung Naik yang Dapat Dilakukan

Konten Media Partner
23 November 2022 9:33
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Apa saja pertolongan pertama saat asam lambung naik? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja pertolongan pertama saat asam lambung naik? Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Penyakit asam lambung termasuk masalah umum yang dapat dipicu dari kebiasaan mengonsumsi makanan kurang sehat. Ketika kondisi ini terjadi, ada beberapa pertolongan pertama saat asam lambung naik yang dapat dilakukan.
ADVERTISEMENT
Beberapa langkah pertolongan pertama ini penting untuk dipahami pemilik asam lambung akut. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti sesak napas, mual, kerongkongan sakit, dan lainnya.
Untuk lebih jelasnya, simak pertolongan pertama saat asam lambung naik pada artikel di bawah ini.

Pertolongan Pertama saat Asam Lambung Naik

Penyakit asam lambung atau refluks asam adalah kondisi ketika asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini terjadi karena pola makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan pedas, asam, berminyak, berlemak, hingga mengandung kafein.
Menyadur laman Healthline, asam lambung naik juga bisa disebabkan karena serung mengonsumsi cokelat, bawang bombay, bawang putih, serta mint. Selain makanan, asam lambung naik juga bisa terjadi karena beberapa kondisi, mulai dari obesitas, efek samping obat-obatan, dan kehamilan.
ADVERTISEMENT
Ketika asam lambung sudah naik ke kerongkongan, kondisi ini bisa memicu berbagai macam gejala, mulai dari sesak napas, kerongkongan sakit, mual, dan lain sebagainya. Jika dibiarkan dan tidak mendapatkan pertolongan pertama dapat memicu komplikasi lainnya.
Lantas, apa saja pertolongan pertama asam lambung naik yang dapat diterapkan? Menyadur dari berbagai sumber, berikut informasinya.
Pertolongan pertama saat asam lambung naik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pertolongan pertama saat asam lambung naik. Foto: Unsplash

1. Meninggikan posisi bantal

Pertolongan pertama saat asam lambung naik yang dapat dilakukan adalah meninggikan posisi bantal. Kondisi ini dapat dilakukan ketika naiknya asam lambung terjadi saat berbaring di atas kasur.
Menurut laman National Health Service, disarankan untuk mengatur posisi kepala lebih tinggi hingga 20 cm. Tujuannya untuk mengurangi gejala asam lambung naik yang terjadi ketika di malam hari.
Selain membantu mengurangi asam lambung naik, meninggikan posisi bantal juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
ADVERTISEMENT

2. Tidur miring ke kiri

Asam lambung juga dapat diatasi dengan memposisikan tubuh miring ke kiri. Berdasarkan beberapa penelitian, terungkap bahwa tidur miring ke kiri dapat mengurangi paparan asam lambung di kerongkongan hingga 71%.
Kondisi ini terjadi karena kerongkongan memasuki sisi kanan lambung. Jadi, ketika pengidapnya berbaring miring ke kanan, asam lambung akan menutupi sfingter esofagus bagian bawah, sehingga dapat memperparah penyakit asam lambung naik.

3. Mengonsumsi obat maag

Cara paling umum yang dapat dilakukan untuk mengatasi asam lambung naik adalah mengonsumsi obat-obatan. Obat-obatan yang dikonsumsi tersebut dapat mengurangi rasa nyeri akibat asam lambung yang naik dengan kandungan beberapa nutrisi di dalamnya.
Adapun beberapa obat asam lambung yang dapat dikonsumsi adalah antasida, H2 blocker, penghambat pompa proton, dan lainnya. Tetapi perlu diingat juga bahwa obat-obatan tersebut tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Sebab, efek samping yang ditimbulkan dapat membahayakan kesehatan ginjal.
ADVERTISEMENT

4. Mengonsumsi seduhan kunyit

Selain obat maag, asam lambung yang naik juga dapat diantisipasi dengan mengonsumsi seduhan kunyit. Menurut laman Kementerian Kesehatan RI, asam lambung yang naik berisiko besar menyebabkan timbulnya luka di lambung, sehingga perut terasa nyeri.
Untuk mengatasinya, kunyit pun dibutuhkan karena memiliki efek kurkumin yang dapat mengobati peradangan akibat luka dan melindungi perut dari iritan-iritan tersebut.
Mengutip buku Ragam Manfaat dan Khasiat Kunyit untuk Kesehatan oleh Tresno Saras, kunyit terbukti bisa mengurangi frekuensi kambuhnya gejala maag. Sebab, kurkumin dalam kunyit juga bekerja mengendalikan produksi asam lambung dan empedu berlebih.

5. Mengunyah permen karet

Asam lambung juga dapat diantisipasi dengan mengunyah permen karet. Menyadur laman Journal of Dental Research, mengunyah permen karet dapat membantu mengurangi asam di kerongkongan. Selain meningkatkan produksi air liur, mengunyah permen karet juga dapat mengurangi keasaman di dalam mulut.
ADVERTISEMENT
Namun untuk anak-anak hingga remaja, orang tua perlu memperhatikan permen karet yang dikonsumsi. Tujuannya agar permen karet tersebut tidak tertelan ke dalam tubuh dan menimbulkan kondisi yang justru lebih berbahaya.

6. Makan malam lebih awal

Menurut Mayo Clinic, pengidap asam lambung disarankan untuk mengonsumsi makan malam lebih awal dan dilarang untuk makan 3 jam sebelum tidur. Terlambat makan malam dapat mengakibatkan asam lambung naik hingga 5 persen lebih besar. Selain itu, makan malam terlalu larut juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

7. Melonggarkan pakaian

Melonggarkan pakaian juga bisa dijadikan sebagai salah satu pertolongan pertama saat asam lambung naik. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, asam lambung berpotensi memicu terjadinya sesak napas.
Nah, untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan karena sesak napas, disarankan untuk melonggarkan pakaian atau celana. Dengan begitu, perut tidak mendapatkan tekanan secara berlebihan, sehingga sesak napas bisa ikut mereda.
ADVERTISEMENT
(JA)
Apa itu asam lambung?
chevron-down
Penyebab asam lambung naik?
chevron-down
Apa yang dirasakan ketika asam lambung naik?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020