Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dermatitis Seboroik: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang banyak ditemukan di bagian kulit kepala. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang banyak ditemukan di bagian kulit kepala. Foto: Pexels.com

Dermatitis seboroik adalah salah satu gangguan peradangan pada kulit. Gangguan ini sering mempengaruhi kulit kepala dan membuatnya tampak bersisik dan memerah.

Dermatitis seboroik sering dikaitkan dengan gangguan imun atau alergi. Gangguan ini tidaklah menular serta tidak menyebabkan kerontokan rambut permanen.

Perawatan dermatitis seboroik pada umumnya tidak perlu dilakukan sebab gejalanya dapat hilang secara alami. Namun, pada beberapa orang, kondisi ini bisa bertahan seumur hidup dan gejalanya bisa timbul dan tenggelam.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyakit dermatitis seboroik, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya.

Apa Itu Dermatitis Seboroik?

Dermatitis seboroik adalah masalah kulit yang umum terjadi dan tidak menular. Jenis dermatitis ini menyebabkan munculnya bercak merah gatal dan sisik yang berminyak.

Bercak merah ini biasanya disertai dengan serpihan kulit kering atau kuning dan ketombe. Dermatitis seboroik banyak ditemukan di kulit kepala, tetapi tidak menutup kemungkinan akan menyerang bagian tubuh lainnya.

Istilah seboroik pada gangguan ini diambil dari kata "sebaceous", yakni sebutan untuk salah satu kelenjar minyak. Kelenjar sebaceous sering ditemukan di daerah kepala, wajah, punggung, belakang telinga, pusar, bawah payudara, hingga selangkangan.

Pada remaja dan orang dewasa, dermatitis seboroik sering kali dikira ketombe, sedangkan pada bayi, gangguan ini sering disebut sebagai cradle crap.

Dermatitis seboroik adalah gangguan yang bisa menyerang seumur hidup. Pengobatan dapat membantu mengurangi gejalanya dan seseorang yang pernah memiliki kondisi ini tetap berpeluang untuk mengalaminya kembali.

Gejala Dermatitis Seboroik

Salah satu gejala dermatitis seboroik adalah kulit terasa gatal pada bagian yang terkena. Foto: Pexels.com

Mengutip dari jurnal Seborrheic Dermatitis oleh Dan Tucker dan Sadia Masood, dermatitis seboroik adalah gangguan peradangan yang banyak ditemukan di sekitar kelenjar sebaceous. Dermatitis ini sering ditandai dengan gejala:

  • Kulit mengelupas di daerah rambut, alis, jenggot, atau kumis. Tampak seperti ketombe atau cradle crap

  • Muncul bercak kulit berminyak yang disertai dengan sisik putih atau kuning di kulit kepala, wajah, sisi hidung, alis, telinga, kelopak mata, dada, ketiak, daerah selangkangan atau di bawah payudara

  • Ruam yang terlihat merah pada orang berkulit putih atau tampak lebih terang atau lebih gelap pada orang berkulit gelap

  • Pada penderita dermatitis seboroik petaloid, ruam yang muncul dapat berbentuk seperti cincin.

  • Kulit yang terkena terasa gatal-gatal

Tanda dan gejala dermatitis seboroik biasanya diperparah oleh stres, kelelahan, suhu udara, dan perubahan musim.

Penyebab Dermatitis Seboroik

Penyebab dermatitis seboroik sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Beberapa peneliti mengaitkan gangguan ini dengan pertumbuhan jamur Malassezia yang tidak terkontrol di permukaan kulit.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dianggap berperan dalam menyebabkan dermatitis seboroik, yakni:

  • Peningkatan kadar hormon androgen dalam tubuh dapat meningkatkan produksi sebum dari kelenjar minyak

  • Peningkatan jumlah lemak di dalam kulit

  • Reaksi inflamasi atau peradangan

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat imunosupresan, antagonis dopamin, litium, psoralen, dan lain-lain

Seseorang yang memiliki gangguan kesehatan di bawah ini mungkin lebih rentan terkena dermatitis seboroik:

  • Gangguan imunosupresi, seperti Hodgkin lymphoma, non-Hodgkin lymphoma, dan infeksi HIV (human immunodeficiency virus).

  • Gangguan kejiwaan dan neurologi, seperti penyakit Parkinson, stroke, Alzheimer demensia, depresi, dan gangguan mental lainnya

  • Gangguan pada kulit, seperti psoriasis dan jerawat

Cara Mengobati Dermatitis Seboroik

Mengoleskan krim antijamur adalah salah satu cara mengobati dermatitis seboroik. Foto: Pexels.com

Dermatitis seboroik bisa ditangani dengan beberapa perawatan. Perawatan dermatitis seboroik bisa berupa perawatan medis maupun perawatan rumahan. Berikut penjelasannya.

1. Perawatan Medis

Dermatitis seboroik biasanya ditangani dengan penggunaan obat dalam bentuk sampo, krim, atau losion untuk mengurangi gejalanya. Berikut beberapa jenis obat untuk mengatasi dermatitis seboroik:

  • Obat antijamur topikal, seperti obat ketoconazole, ciclopirox, sertaconazole yang tersedia dalam bentuk krim, losion, dan sampo

  • Obat kortikosteroid dalam sediaan krim, losion, sampo untuk mengontrol peradangan

  • Obat antijamur dalam bentuk pil. Obat ini biasanya diberikan jika obat antijamur topikal tidak membantu menangani dermatitis seboroik.

2. Perawatan Rumahan

Beberapa perawatan rumahan bisa mengatasi gejala dermatitis seboroik, seperti:

  • Mengoleskan minyak esensial, seperti minyak pohon teh atau minyak zaitun ke kulit kepala. Diamkan selama 1-3 jam kemudian keramas. Cara ini dapat membantu mengurangi kulit bersisik di kepala

  • Oleskan lidah buaya pada daerah kulit kepala untuk mengurangi peradangan

  • Konsumsi probiotik dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi respons inflamasi seluruh tubuh

  • Rutin keramas menggunakan air hangat dengan sampo berbahan lembut. Bilaslah sampo sampai bersih dan oleskan pelembab ke kulit kepala

  • Jangan gunakan produk perawatan rambut, seperti gel pewarna selama penanganan dermatitis seboroik

  • Hindari penggunaan produk kulit dan rambut yang mengandung alkohol dan bahan kimia yang keras

Itulah beberapa cara mengobati dermatitis seboroik. Penting untuk diingat bahwa dermatitis seboroik adalah gangguan yang bisa bertahan seumur hidup yang gejalanya bisa timbul dan tenggelam. Beberapa perawatan di atas dapat dilakukan untuk mengurangi gejala serta menekan frekuensi timbulnya gangguan ini.

Meskipun kondisi ini merupakan gangguan kronis, dermatitis seboroik tidak membahayakan kesehatan tubuh.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa sebutan dermatitis seboroik pada bayi?
chevron-down

Pada bayi, gangguan dermatitis seboroik sering disebut cradle crap.

Apa dampak peningkatan hormon androgen?
chevron-down

Peningkatan kadar hormon androgen dalam tubuh dapat meningkatkan produksi sebum dari kelenjar minyak.

Apa manfaat minyak esensial bagi penderita dermatitis seboroik?
chevron-down

Mengoleskan minyak esensial dapat membantu mengurangi kulit bersisik di kepala.