Pencarian populer

Fakta dan Cerita Jelang F1 GP Belgia 2018

Balapan F1 di Sirkuit Spa-Francorchamps (Foto: FIA)
Setelah absen selama sebulan, balapan Formula 1 (F1) kembali hadir menghibur para penggemarnya. Para pebalap akan kembali saling beradu cepat meraih podium teratas. Kali ini, Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia yang menjadi destinasi balapan pada pekan ini (26/8/2018).
ADVERTISEMENT
Banyak hal yang terjadi selama rehatnya F1. Fernando Alonso akan keluar dari F1 musim depan, posisinya di McLaren akan diganti oleh Carlos Sainz Jr. Sementara itu, Daniel Ricciardo akan menjadi pebalap Renault dan posisinya diganti oleh Pierre Gasly. Force India sedang dalam masa transisi kepemilikan baru.
Kembalinya F1 pekan ini menandakan bahwa persaingan ketat antara Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel demi titel juara dunia F1 2018 akan kembali berlanjut. Persaingan antara pebalap di papan tengah juga tak kalah seru.
Spa-Francorchamps adalah salah satu sirkuit ter-iconic dalam ajang F1. Namun, faktanya, balapan di Belgia tidak hanya pernah diselenggarakan di sana saja. Sederet fakta dan cerita terkait penyelenggaraan balapan F1 di Belgia dibeberkan pada artikel kali ini.
ADVERTISEMENT
1. Sirkuit Selain Spa-Francorchamps
Sirkuit Nivelles, riwayatmu dulu (Foto: BoxThisLap)
Spa-Francorchamps telah menjadi tuan rumah F1 Grand Prix (GP) Belgia sejak pertama kali diselenggarakan di sana tahun 1950, di mana Juan Manuel Fangio (Alfa Romeo) menjadi pemenangnya. Namun, sempat ada dua sirkuit lain yang menggantikan Spa-Francorchamps, yaitu Sirkuit Zolder dan Nivelles (Nivelles-Baulers). Alasan beberapa kali balapan diadakan di luar Spa-Francorchamps adalah karena alasan keamanan balapan.
Hanya dua kali balapan F1 diadakan di Nivelles, yaitu tahun 1972 dan 1974. Kedua balapan di sana dimenangkan oleh pebalap asal Brazil, Emerson Fittipaldi. Bedanya, tahun 1972, Fittipaldi bersama Lotus-Ford, sedangkan tahun 1974 bersama McLaren-Ford. Pada akhirnya, Nivelles tidak begitu disenangi penonton karena dianggap terlalu membosankan. Pihak Nivelles sendiri juga sempat mengalami kebangkrutan pada tahun 1974, sehingga karena faktor ekonomi tersebut menjadi sulit untuk rutin menyelenggarakan F1.
ADVERTISEMENT
Pada 1976, kondisi perekonomian mereka membaik tapi F1 gagal kembali ke sana. Alasannya adalah faktor keamanan lintasan, terutama aspal. Bahkan, pada tahun 1980, Nivelles dinilai sebagai sirkuit yang berbahaya untuk balapan mobil, apa pun tapi masih bisa untuk balap sepeda motor. Sirkuit ini tutup pada tahun 1981, pas ketika izin beroperasi mereka kedaluwarsa.
Sirkuit Zolder (Foto: Situs Resmi Sirkuit Zolder)
Lalu, ada sirkuit Zolder yang menyelenggarakan F1 pada tahun 1973, dan dari tahun 1975-1982, serta tahun 1984. Tahun 1973, Jackie Stewart (Tyrell-Ford) menjadi pemenangnya dan Niki Lauda (Ferrari) menjadi pemenang lomba dalam dua tahun beruntun, 1975-1976. Setelah itu, pada tahun-tahun berikutnya dimenangkan oleh pebalap yang berbeda-beda, yang secara berurutan, di antaranya Gunnar Nilsson (Lotus-Ford), Mario Andretti (Lotus-Ford), Jody Scheckter (Ferrari), Didier Pironi (Ligier-Ford), Carlos Reutemann (Williams-Ford), John Watson (McLaren-Ford), dan Michele Alboreto (Ferrari).
ADVERTISEMENT
Entah semacam kutukan atau bukan bahwa Zolder, yang ditunjuk sebagai pengganti Spa-Francorchamps karena alasan keamanan itu, justru menjadi saksi bisu insiden yang merenggut nyawa pebalap Gilles Villeneuve (Ferrari) asal Kanada tahun 1982. Gilles terlibat kecelakaan hebat dengan Jochen Mass (March-Ford Cosworth), tubuh Gilles terlembar keluar dari mobilnya, nyawanya tidak tertolong. Setelah tahun 1984 hingga hari minggu nanti (25/8/2018), balapan F1 GP Belgia terus dihelat di Sirkuit Spa-Francorchamps.
Tahun 2018 ini akan menjadi balapan F1 GP Belgia yang ke-63 sejak pertama kali dilombakan tahun 1950, Belgia hanya 6 kali absen menyelenggarakan F1, yaitu tahun 1957, 1959, 1969, 1971, 2003, dan 2006. Khusus untuk penyelenggaraan di Spa-Francorchamps sendiri, maka tahun ini adalah yang ke-51 kalinya F1 hadir di sana.
ADVERTISEMENT
2. Pebalap Tersukses
Michael Schumacher (Foto: REUTERS/Tony Gentile)
Michael Schumacher adalah pebalap tersukses di Belgia. Total 6 kemenangan telah diraihnya, yaitu bersama Benetton pada tahun 1992 dan 1995, lalu bersama Ferrari di tahun 1996, 1997, 2001, dan 2002, semuanya di Spa-Francorchamps.
Lalu bagaimana dengan peluang para pebalap yang berada di line up 2018? Praktis hanya ada 4 pebalap aktif yang pernah meraih kemenangan di Spa-Francorchamps. Kemenangan satu-satunya Daniel Ricciardo (Red Bull-Renault) diraih pada tahun 2014.
Kimi Raikkonen mengoleksi 4 kali kemenangan, dua di antaranya bersama McLaren-Mercedes (2004-2005) dan dua lagi bersama Ferrari (2007, 2009). Fakta lain tentang Kimi adalah jika ia sukses, setidaknya, finis 3 besar di Spa-Francorchamps tahun 2018 ini, maka ia mencatatkan raihan podium ke-100 sepanjang kariernya di F1.
ADVERTISEMENT
Lalu, skor sementara F1 GP Belgia untuk dua kandidat terkuat juara dunia tahun ini adalah: Lewis Hamilton 3-2 Sebastian Vettel.
Lewis Hamilton memenangi lomba pada 2010 bersama McLaren-Mercedes, serta tahun 2015 dan 2017 bersama Mercedes. Hanya pada tahun 2010, ia gagal menjadi juara dunia. Sebastian Vettel meraih semua kemenangannya kala masih bersama Red Bull, yaitu pada tahun 2011 dan 2013. Ia menjadi juara dunia di dua musim tersebut.
3. Konstruktor Tersukses
Kimi Raikkonen, Ferrari, 2018 (Foto: Reuters)
Ferrari menjadi konstruktor tersukses dengan 16 kali kemenangan. Kemenangan pertama Ferrari adalah pada tahun 1952 oleh Alberto Ascari dan terakhir pada tahun 2009 oleh Kimi Raikkonen.
Di belakangnya ada McLaren dengan raihan 14 kali kemenangan. Kemenangan pertama McLaren adalah tahun 1968 oleh Bruce McLaren (McLaren-Ford) dan terakhir kali tahun 2012 oleh Jenson Button (McLaren-Mercedes).
ADVERTISEMENT
Tim unggulan lainnya di tahun 2018, Mercedes sudah meraih total 4 kali kemenangan, yaitu pada 1955 oleh Juan Manuel Fangio, 2015 dan 2017 oleh Lewis Hamilton, dan 2016 oleh Nico Rosberg. Red Bull sudah meraih tiga kemenangan, selain Daniel Ricciardo, dua kemenangan lain diraih Sebastian Vettel.
4. Kiprah Para Pebalap Tuan Rumah
Jacky Ickx, 2018 (Foto: Wikimedia)
Jacky Ickx adalah pebalap tersukses Belgia di ajang F1. Total 8 kali kemenangan dari total 25 kali podium diraihnya dari 1966 sampai 1979. Ia punya pengalaman manis kala melakoni balapan kandang di Spa-Francorchamps tahun 1968 karena ia berhasil untuk pertama kalinya sepanjang karier di F1 merasakan podium dengan finis di urutan ketiga bersama Ferrari.
ADVERTISEMENT
Dua tahun berselang, Ickx (Ferrari) berhasil finis pada urutan kedelapan di Belgia. Setelah itu, ia kerap gagal finis di Belgia, dan harus menunggu sampai tahun 1978 untuk kembali merasakan sensasi menyelesaikan balapan di hadapan publiknya sendiri bersama tim Tissot Ensign (mesin Ford Cosworth), saat itu di Zolder, dengan finis di urutan ke-12 dan tertinggal 6 lap dari pemimpin lomba.
Thierry Boutsen, pebalap Belgia dengan rekor 3 kali kemenangan dari 15 kali podium di F1 ini mengawali debut karier F1-nya di Spa-Francorchamps bersama tim Arrows (mesin Ford Cosworth) tahun 1983 tapi gagal finis. Dua tahun berselang, Boutsen baru berhasil finis ke-10, masih bersama tim Arrows dengan mesin BMW.
Prestasi terbaik balapan kandangnya adalah tahun 1989 dengan finis keempat bersama Williams-Renault. Selain dua hasil tadi, ia selalu gagal finis di Belgia sampai balapan terakhirnya tahun 1993 bersama Sasol Jordan (mesin Hart).
Stoffel Vandoorne (Foto: REUTERS/Francois Lenoir)
ADVERTISEMENT
Selain Ickx, ada nama pebalap Belgia lain yang sukses meraih podium. Mereka adalah Paul Frere, yang sukses meraih podium kedua bersama Ferrari di tahun 1956. Itu merupakan satu-satunya raihan podium Frere sepanjang karier F1-nya. Lalu, ada nama Olivier Gendebien (Yeoman Credit Racing Team, mesin Climax) di tahun 1960, yang meraih podium ketiga, sekaligus podium perdana sepanjang karier F1-nya.
Sebenarnya, ada banyak lagi nama-nama pebalap F1 asal Belgia, tetapi belum ada lagi pebalap asal Belgia yang mampu meraih podium di Spa-Francorchamps atau sirkuit lainnya. Stoffel Vandoorne (McLaren), bahkan hanya mampu finis ke-14 untuk balapan perdananya di Spa-Francorchamps tahun 2017. McLaren-Renault tahun ini belum mampu memutus dominasi Mercedes, Ferrari, dan Red Bull, sehingga akan sulit baginya meraih podium. Posisinya di McLaren pun agak terancam untuk balapan tahun depan.
ADVERTISEMENT
5. Para Pebalap yang Meraih Kemenangan Perdananya
Setidaknya ada 5 pebalap dalam sejarah F1 yang sukses meraih kemenangan perdana sepanjang karier mereka di ajang jet darat ini di Belgia. Mereka adalah Peter Collins (Ferrari) pada tahun 1956, Jim Clark (Lotus-Climax) tahun 1962, Gunnar Nilsson (Lotus-Ford) tahun 1977, Didier Pironi (Ligier-Ford) tahun 1980, dan Michael Schumacher (Benetton-Ford) tahun 1992. Khusus untuk Nilsson, itu adalah satu-satunya kemenangan sepanjang karier F1-nya.
6. Deretan Konstruktor yang Meraih Kemenangan Perdananya
Ada 3 konstruktor yang tercatat meraih kemenangan perdananya adalah di Belgia sepanjang keikutsertaan mereka di ajang F1. Ada konstruktor Eagle-Weslake dengan pebalapnya, Dan Gurney menjadi pemenang di Spa-Franchorchamps tahun 1967. Setahun kemudian, McLaren yang bermesinkan Ford dengan Bruce McLaren di belakang kemudi sukses meraih kemenangan perdana mereka. Tahun 1998 menjadi tahun perdana tim Jordan meraih kemenangan, yang saat itu pebalap mereka adalah Damon Hill, dan disusul oleh rekan setim Hill, Ralf Schumacher di urutan kedua.
ADVERTISEMENT
Itulah deretan fakta dan cerita yang berkaitan dengan balapan F1 di Belgia. Selamat menyaksikan balapan di Spa-Franchorchamps akhir pekan ini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85