Pencarian populer

Fakta dan Cerita Jelang F1 GP Italia 2018

Balapan F1 di Sirkuit Monza, Italia (Foto: Formula 1)
Italia memang tidak dapat lepas dari dunia balap. Ajang balap jet darat berskala internasional, yang paling bergengsi di dunia, Formula 1 (F1) selalu menyelipkan jadwal seri balapan di negeri pizza setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
Tidak terkecuali di tahun 2018 ini. Persaingan antara Vettel dan Hamilton semakin memanas. Sebastian Vettel memangkas jarak dengan sang juara bertahan menjadi hanya 17 poin saja setelah kemenangan di Belgia pada pekan lalu.
Pekan ini (2/9/2018), mereka, juga para pebalap lain akan kembali beradu cepat di lintasan Sirkuit Monza. Sebelum menyaksikan aksi mereka, mari simak dulu fakta dan cerita tentang balapan F1 di Italia berikut ini.
1. F1 GP Italia Pernah Diselenggarakan di Imola
F1 GP Italia 1980 (Foto: Motorsport Images)
Sejak tahun 1950 hingga tahun 2018, hampir selalu balapan F1 Grand Prix (GP) Italia diadakan di Sirkuit Monza. Tercatat hanya pernah sekali, tahun 1980, F1 GP Italia diadakan di Sirkuit Imola atau yang juga dikenal dengan nama Autodromo Dino Ferrari. Penyelenggaraan di Imola tersebut terjadi karena Monza sedang memasuki masa renovasi pada fasilitas dan aspek-aspek keamanan lintasan.
ADVERTISEMENT
Pemenang dalam balapan kala itu adalah Nelson Piquet (Brabham-Ford) yang melahap total 60 lap mengungguli dua pebalap Williams-Ford, Alan Jones, dan Carlos Reutemann, masing-masing harus puas finis di posisi kedua dan ketiga. Pasca-kematian Enzo Ferrari tahun 1988, nama sirkuit ini sedikit mengalami perubahan menjadi Autodromo Enzo e Dino Ferrari.
2. Pebalap Tersukses
Michael Schumacher (Foto: REUTERS/Tony Gentile)
Michael Schumacher menjadi pebalap F1 tersukses selama menjalani balapan di Italia. Total 5 kali kemenangan (1996, 1998, 2000, 2003, dan 2006) diraih pebalap legendaris asal Jerman ini, di mana semua kemenangan tersebut diraihnya bersama Ferrari, konstruktor asal Italia.
Lewis Hamilton menguntit di belakang Schumacher dengan total 4 kali kemenangan (2012, 2014, 2015, dan 2017) yang menyamai rekor dari Nelson Piquet (1980, 1983, 1986, 1987). Tiga dari empat kemenangan Hamilton tersebut sekali didapatkan saat masih bersama McLaren-Mercedes (2012) dan sisanya bersama tim pabrikan Mercedes, di mana tiga kemenangan tersebut berkontribusi terhadap gelar juara dunia F1 di setiap tahun kemenangannya di Italia.
ADVERTISEMENT
Sebastian Vettel baru meraih total 3 kali kemenangan (2008, 2011, dan 2013). Kemenangan pertama diraihnya bersama Toro Rosso, sisanya bersama Red Bull. Dua kemenangan bersama skuat Milton-Keynes berkontribusi terhadap gelar juara dunia di akhir musim.
Hamilton 4-3 Vettel.
3. Konstruktor Tersukses
Kimi Raikkonen, Ferrari (Foto: REUTERS/Albert Gea/File Photo)
Ferrari, selaku konstruktor tuan rumah, unggul jauh dari lawan-lawannya dengan koleksi 18 kali kemenangan. Kemenangan pertama diraih tahun 1951 dengan pebalapnya bernama Alberto Ascari. Namun, sudah 7 tahun kita belum melihat lagi Ferrari berjaya di kandangnya sendiri karena kemenangan terakhir Ferrari di Monza adalah tahun 2010 lewat Fernando Alonso.
Saingan terberat mereka, Mercedes, melibas 4 kemenangan dalam 4 tahun terakhir. Tiga kali oleh Hamilton dan satu kali oleh Nico Rosberg (2016). Khusus untuk Red Bull, belum ada pebalap mereka yang mampu memenangi balapan di Monza, selain Sebastian Vettel.
ADVERTISEMENT
4. Kiprah Pebalap Tuan Rumah
Alberto Ascari, Ferrari (Foto: Formula 1)
Menarik bahwa ternyata hanya 4 kali pebalap asal Italia mampu memenangkan F1 GP Italia. Tiga seri pertama, 1950-1952, dimenangkan oleh pebalap tuan rumah, berturut-turut Giuseppe Farina (Alfa Romeo) dan Alberto Ascari (Ferrari) dua kali. Pebalap Italia ketiga, sekaligus terakhir yang mampu menjuarai F1 GP Italia, adalah Ludovico Scarfiotti (Ferrari) tahun 1966.
Publik Italia boleh berbangga punya Ferrari sebagai tim pabrikan unggulan di ajang F1 tapi ironis bahwa pada tahun 2018 ini tidak ada satupun pebalap reguler yang membela panji Italia. Tahun lalu, ada pebalap Italia, tetapi hanya turun balap di dua seri saja. Ia adalah Antonio Giovinazzi yang turun di seri balap Australia (P12) dan Tiongkok (gagal finis) untuk tim Sauber F1 Team. Tahun ini, ia hanya berperan sebagai pebalap tes untuk tim Ferrari dan Alfa Romeo Sauber F1 Team.
ADVERTISEMENT
Terakhir kali ada pebalap asal Italia yang membalap secara reguler di F1 adalah pada tahun 2011. Ia adalah Jarno Trulli (Lotus-Renault) dan Vitantonio Liuzzi (HRT-Cosworth). Dari total 19 seri, Trulli hanya sekali absen, yaitu pada GP Jerman, dan digantikan oleh pebalap asal India, Karun Chandhok. Liuzzi juga hanya sekali absen, yaitu di GP India, dan digantikan oleh Daniel Ricciardo.
Baik Trulli, maupun Liuzzi tidak ada yang sanggup mencetak satu poin pun hingga akhir musim. Pada musim tersebut, di GP Italia, Trulli hanya sanggup finis di posisi ke-14 dan Liuzzi gagal finis.
5. Kemenangan Bersejarah Toro Rosso dan Sebastian Vettel
Selebrasi Sebastian Vettel (Foto: Red Bull)
Scuderia Toro Rosso bukanlah tim balap F1 yang diunggulkan. Tim yang kini menjadi semacam tim satelit untuk tim Red Bull ini lebih sering menempatkan pebalapnya di luar posisi finis 10 besar, bahkan tak jarang mereka sering gagal finis. Untuk bersaing dengan tim papan tengah saja sulitnya setengah mati. Dulunya, tim ini bernama Minardi, dan merupakan pecundang abadi.
ADVERTISEMENT
Namun, ternyata mereka pernah mencatatkan sebuah kemenangan bersejarah pada tahun 2008 di Sirkuit Monza. Sebastian Vettel yang kala itu masih sangat muda, sangat tidak diunggulkan, ternyata mampu membuat orang terkaget-kaget karena berhasil memenangkan F1 GP Italia. Ia dan Toro Rosso yang bermesinkan Ferrari sukses mengasapi Heikki Kovalainen (McLaren-Mercedes) dan Robert Kubica (BMW Sauber) yang harus puas finis di urutan kedua dan ketiga.
Kejutan sebenarnya juga sudah terlihat di sesi kualifikasi di mana Vettel sukses menjadi pebalap termuda yang membukukan pole position. Sehari setelahnya, ia menjuarai F1 GP Italia 2008, yang sekaligus mematahkan rekor Fernando Alonso sebagai pebalap termuda yang memenangkan GP (lalu dipatahkan oleh Max Verstappen kala memenangkan F1 GP Spanyol 2016).
ADVERTISEMENT
Itulah sekiranya fakta dan cerita mengenai F1 GP Italia. Selamat menikmati balapan tahun 2018 pada akhir pekan ini!
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81