• 3

USER STORY

Tim Kesenian Indonesia Sabet Juara Umum di 10th International Folklore

Tim Kesenian Indonesia Sabet Juara Umum di 10th International Folklore


Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival (Foto: Dok. KBRI Moskow)
Tim Kesenian Indonesia dari Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang, berhasil keluar sebagai juara umum dalam the 10th International Folklore Festival “Interfolk in Russia” di St. Petersburg, Rusia yang berlangsung tanggal 10-14 November 2017 lalu.
Mahasiswa-mahasiswa pecinta seni yang tergabung dalam Student Activity Club (SAC) Tari Tradisional Sasikirana ini datang ke salah satu kota budaya di Rusia yang sudah memasuki musim dingin untuk berkompetisi. Suhu yang hampir 0 derajat Celsius tidak membekukan semangat Tim Kesenian Indonesia untuk meraih prestasi. Mereka bahkan memberikan kehangatan Indonesia kepada aula festival dengan penampilan-penampilan yang sangat memukau para pengunjung.
Tantangan yang dihadapi tidak mudah. Sebanyak 59 Tim dari 11 negara berusaha menampilkan yang terbaik. Tim Kesenian Universitas Prasetiya Mulya yang beranggotan 13 orang merupakan satu-satunya peserta dari Indonesia dan Asia. Negara-negara lain yang ikut serta antara lain Rusia, Ekuador, Kuba, Belgia, Iran, Romania, Inggris, Latvia, Swiss dan Estonia.

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival (Foto: Dok. KBRI Moskow)

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival (Foto: Dok. KBRI Moskow)
Pada babak semi final, Tim Kesenian Universitas Prasetiya Mulya menampilkan “Harmoni Khatulistiwa” melalui tari Zapin Sinapelan dari Riau dan tari kreasi Bali “Gebyar Dewata”. Sedangkan dalam babak final, tari Saman Ranto Jaroe dari Aceh menggebrak panggung dan membuat penonton serta dewan juri terkesima dengan gerakan-gerakan tarian dan juga pakaian yang dikenakan para penari.
Tim Kesenian Universitas Prasetiya Mulya ikut serta dalam kategori D (Folk Dance) dari lima kategori yang diperlombakan. Dengan penampilan-penampilan yang dinilai spektakuler, dewan juri mengukuhkan lima penghargaan sekaligus, yaitu peringkat pertama untuk Folk Dance Category, Special Price of the Jury for Artistry in the Performance of the Competition Program, Referensi Khusus dari Presiden European Association of Folklore Festivals (EAFF) untuk ikut serta dalam the World Championship of Folklore “World Folk” di Bulgaria tahun 2018, dan GRAND PRIX Award of the 10th International Folklore Competition “Interfolk in Russia”.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang menerima Tim Kesenian Prasetiya Mulya di KBRI Moskow pada Rabu lalu (15/11/2017) menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan yang dicapai dalam festival ini. Tim Kesenian Universitas Prasetya Mulya telah ambil bagian dalam diplomasi kebudayaan.

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival (Foto: Dok. KBRI)
“Kami sangat bangga dengan capaian ini. Misi ini sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, seperti tarian-tarian dan pakaian daerah yang menarik yang dapat ditunjukkan ke dunia internasional melalui festival. Semakin banyak partisipasi dalam berbagai acara budaya, hubungan antar bangsa, terutama di tataran people to people akan semakin kokoh,” kata Duta Besar Wahid.
Farel S.V. Sinaga, Manager Kemahasiswaan Universitas Prasetiya Mulya mengatakan sambutan penonton sangat luar biasa. Banyak peserta maupun penonton antusias untuk berfoto bersama dan mereka sangat terkesan dengan kostum ataupun tarian yang dibawakan. Ditambahkan bahwa banyak sekali yang memberikan ucapan selamat sambil menirukan gerakan tarian Saman.

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival (Foto: Dok. KBRI Moskow)
“Banyak sekali penonton sangat kagum dengan gerakan tarian Saman, terutama sikap duduk dan variasi gerakan tangan. Dengan persiapan yang singkat, kami senang sekali bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional melalui festival ini,” ujar Farel.

KesenianRusiaTari Tradisional

presentation
500

Baca Lainnya