News
·
10 April 2021 19:16

Mentan SYL Kucurkan Bantuan dan Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Bencana di NTT

Konten ini diproduksi oleh Kementerian Pertanian
Mentan SYL Kucurkan Bantuan dan Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Bencana di NTT (257020)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Foto: Dok. Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) guna meninjau lokasi yang terdampak bencana alam akibat badai tropis seroja dan sekaligus menyerahkan bantuan sembako 20 truk dan sarana pertanian.
ADVERTISEMENT
Kunjungan ini sebagai respons cepat Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mengambil langkah strategis guna menangani dampak bencana alam khususnya mengembalikan produksi padi, jagung dan peternakan.
"Saya hadir di sini untuk bangsa dan negara dan ini adalah perintah Bapak Presiden Jokowi. Untuk itu, hari ini memberikan bantuan darurat berupa sembako dan melihat pertanian yang terdampak ada padi, jagung dan peternakan yang habis terkena bencana alam untuk segera dilakukan upaya pemulihan," demikian dikatakan Mentan SYL.
Mentan SYL Kucurkan Bantuan dan Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Bencana di NTT (257021)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Foto: Dok. Kementan
Saat itu ia saat menyerahkan bantuan sembako bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, di Posko Bencana Alam NTT Kantor Gubernuran, Sabtu (10/4).
Sebelum penyerahan bantuan ini, Mentan SYL bersama Bupati Kupang meninjau lahan pertanian dan peternakan yang terdampak bencana alam di Oesao, Kabupaten Kupang.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut SYL menyebutkan penanganan dampak bencana alam di NTT saat ini merupakan salah satu perhatian utama Kementan. Oleh karena itu, ia memerintahkan jajaran Kementan bersama pemerintah daerah untuk menyusun rumusan program yang tepat guna pemulihan produksi padi, jagung, dan peternakan mengingat NTT merupakan sentra produksi jagung dan sapi.
"Masalah padi, jagung dan ternak akibat bencana alam ini saya akan hitung dan saya perintahkan dirjen untuk turun cepat menyusun agenda dan program nyata," tuturnya.
Mentan SYL Kucurkan Bantuan dan Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Bencana di NTT (257022)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Foto: Dok. Kementan
SYL menambahkan pihaknya pun tidak hanya membantu pemulihan budidaya padi, jagung dan peternakan, tapi juga bantuan program yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Setiap rumah yang terdampak bencana alam diberikan bantuan bibit pisang varietas baru dihasilkan Badan Litbang Kementan hingga difasilitasi aspek hilirnya.
ADVERTISEMENT
"Kita siapkan bibit pisang 100 ribu pohon, tanam setiap rumah, hasilnya sangat bagus beda dengan pisang umumnya. Namun yang saya inginkan bukan soal makan pisangnya, tapi hasilnya dikelola dengan home industri. Bikin kripik dalam kemasan yang bagus dan nilai jualnya tinggi," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan kunjungan Mentan SYL tentunya tidak hanya menyerahkan bantuan sembako. Namun demikian, yang penting adalah untuk memberikan bantuan dan program pemulihan dan peningkatan hasil pertanian utama padi, jagung dan peternakan.
"Jadi bukan hanya menyerahkan sembako saja. Yang jelas kalau Pak Menteri Pertanian turun, artinya bantuan utamanya adalah untuk sektor pertanian," tegasnya.
Mentan SYL Kucurkan Bantuan dan Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Bencana di NTT (257023)
Foto udara pencarian korban hilang dalam bencana tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/4). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Perlu diketahui, badai tropis seroja yang terjadi pada Minggu (4/4/2021) menghadirkan angin kencang, banjir bandang dan tanah longsor sehingga membuat beberapa wilayah NTT porak-poranda.
ADVERTISEMENT
Selain kerusakan bangunan, juga sektor pertanian khusus tanaman padi, jagung dan peternakan. Bantuan sembako 20 truk disalurkan untuk korban bencana alam di Kota Kupang, Kabupaten Malaka, Flores Timur, Lembata dan Sumba Timur.