Kumparan Logo
Konten Media Partner

Foto: Banjir Bandang Terjang Kolaka Utara, Sultra

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu rumah warga penuh dengan lumpur usai diterjang banjir bandang. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu rumah warga penuh dengan lumpur usai diterjang banjir bandang. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.

Banjir bandang menerjang Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Kamis (16/12) malam, akibat luapan Sungai Batu Ganda yang mengaliri sebagian wilayah di Kolut.

Akibatnya 5 desa terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Mulai dari setengah meter, sampai dengan dua meter.

Lima desa yang terdampak paling parah akibat luapan Sungai Batu Ganda masing-masing Desa Batu Ganda, Desa Tojabi, Desa Pitulua, Desa Rante Limbong, dan Kelurahan Lasusua. Semuanya berada di Kecamatan Lasusua.

kumparan post embed

Saat ini air sudah surut. Namun demikian, akses di Desa Batu Ganda terputus yang mengakibatkan empat dusun di wilayah itu terisolir.

Jurnalis kendarinesia yang berada di lokasi bencana behasil merekam momen usai Kolut diterjang banjir, berikut foto-foto nya:

Seorang anak kecil tengah membersihkan sisa lumpur yang memenuhi isi rumahnya akibat diterjang banjir. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.
Akses jembatan penghubung ke desa Batu Ganda hancur diterjang banjir. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.
Terlihat masih ada genangan air setinggi mata kaki orang dewasa sisa banjir yang menerjang pada Kamis malam. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.
Terlihat masih ada genangan air setinggi mata kaki orang dewasa sisa banjir yang menerjang pada Kamis malam. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.
Warga sedang mengeluarkan barang-barang mereka yang rusak akibat terkena banjir. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.
Anggota TNI sedang membantu warga yang terisolir akibat banjir yang memutus akses jalan mereka. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.
Warga desa yang terisolir banjir keluar dari perkampungan dengan cara memanjat pinggir tebing gunung menggunakan tali. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.