Gerakan Kendari Mengajar, Bangun Dunia Pendidikan di Pinggiran Kota

Perkembangan dunia pendidikan di Bumi Anoa memang masih terus digenjot untuk menciptakan masyarakat yang berkualitas. Tak hanya pemerintah, dengan kesadaran penuh, masyarakat yang merasa mampu dan tergerak hatinya, turut membantu untuk mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan.
Lihat saja yang dilakukan Gerakan Kendari Mengajar (GKM). Sebuah komunitas yang hadir sejak Tahun 2013 ini memiliki titik fokus untuk bersama-sama mencerdaskan generasi-generasi Kota Kendari melalui pendidikan.
Komunitas itu terbentuk bermula dari seorang pemuda bernama Andi Ahmadi, yang juga merupakan Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar. Saat itu, ia berinisiatif untuk menyatukan beberapa komunitas yang peduli pendidikan di kota ini, sebut saja Klub Buku Kendari (KBK), Forum Lingkar Pena (FLP), Lingkar Studi Ilmu Penalaran (LSIP), dan Sahabat Pulau.
Dari perkumpulan dan diskusi beberapa komunitas itu, kemudian tercetuslah ide untuk membentuk satu komunitas yang peduli terhadap pendidikan dengan nama Gerakan Kendari Mengajar (GKM).
Pendiri Gerakan Kendari Mengajar (GKM), Asniwun Nopa (31), mengatakan sejak terbentuk, sebelum turun langsung ke lapangan untuk menjalankan visi-misi komunitas, para volunteer terlebih dahulu menyiapkan sistem pendidikan untuk mendukung program dan kegiatan hingga melakukan survei ke beberapa lokasi guna menentukan titik pengajaran.
"Ditemukanlah titik pengajaran dalam melangsungkan program dimulai dari masyarakat pinggiran kota yang terletak di Puulonggida, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu," kata Asniwun.
GKM sendiri merupakan sebuah gerakan/komunitas non profit di bidang pendidikan yang dipelopori oleh anak-anak muda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan satu tujuan utama yakni turut serta turun tangan membantu membangun generasi muda untuk masa depan yang lebih baik melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan inspiratif.
"Dengan fokus kegiatan pada daerah-daerah yang terletak di pinggiran kota. Dengan misi mengajar, mendidik dan menginspirasi, GKM kemudian menyusun dan mengadaptasi model pembelajaran yang edukatif, inovatif dan inspiratif yang kemudian diimplementasikan ke daerah-daerah binaan GKM," ungkap Asniwun.
Kegiatan GKM dilakukan di desa binaan sekali dalam seminggu yakni setiap hari Jumat. Sedangkan Sabtu dan Minggu bersama-sama desa binaan melakukan berbagai kegiatan seperti mendirikan taman baca hingga pendistribusian bahan baca di beberapa titik taman baca di Sultra.
Hingga saat ini, GKM secara berkelanjutan melakukan kegiatan belajar-mengajar di empat daerah binaan yang terletak di pinggiran kota Kendari, dengan fokus pada pendidikan anak usia dini dengan fokus pembelajaran pada kegiatan literasi (membaca dan berhitung) serta pengembangan karakter anak.
Di tahun yang sama GKM berhasil merilis Project Social dengan tema 'Gerakan 1000 Buku: One Man, One Book' yang berhasil mengumpulkan 1100 buku yang kemudian disalurkan ke beberapa titik taman baca di Sulawesi Tenggara.
"GKM dengan dibantu dukungan dari berbagai sponsor melaksanakan beberapa kegiatan edukasi antara lain GKM Games Competition dan GKM Fun Camp," kata pria yang bekerja sebagai abdi negara di lingkungan pemerintah Kabupaten Konawe ini.
Di tahun 2015 juga, GKM berhasil membuat Project Social bertajuk 'Gerakan 1000 Buku Tulis (GSBT)', Kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan donasi buku-buku dan alat menulis lainnya yang dirangkaikan dengan kegiatan edukatif dan inspiratif lainnya, yang terdiri dari Kelas Sains seperti Talk Show Edukatif dan inspiratif, Gamezone, Pameran Foto, dan Kelas Seni, yang menghasilkan terkumpulnya 1200 buku tulis dan alat tulis lainnya yang kemudian disalurkan ke 9 Sekolah dan Satu Tsanawiah yang tersebar di 8 kabupaten-kota di sulawesi Tenggara.
Selain itu, di tahun 2016, GKM kembali merelease project social dibidang pendidikan dengan tema 'Gerakan 1000 Seragam Sekolah (GERAKAN SERASA)' yang bertujuan untuk mengumpulkan donasi dalam rangka pembelian 1000 Seragam Sekolah untuk anak-anak SD di beberapa Sekolah di Sulawesi Tenggara (Kabupaten Muna, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan) serta pembelian bangku sekolah di salah satu Sekolah Dasar di Sulawesi Tenggara. Dan kegiatan Social Camp di Kecamatan Wanggudu, Kabupaten Konawe yang diikuti oleh beberapa komunitas di Kota Kendari dan anak-anak di Kecamatan Wanggudu, Kabupaten Konawe.
Di bulan Oktober Tahun 2017, GKM melaksanakan Program Ekspedisi Nusantara Jaya dari Kemenko Maritim dengan fokus kegiatan pendidikan dan Kemaritiman yang berpusat di Pulau Katela, dengan sasaran kegiatan anak-anak dan masyarakat Pulau Katela.
Hingga di 2021 ini, GKM masih terus eksis menebarkan ilmu pendidikan kepada anak-anak di pinggiran Kota Kendari guna mencerdaskan generasi penerus dari pinggiran kota melalui pendidikan.

