News
·
2 Oktober 2020 19:06

Golkar Sultra Pertanyakan Pemberhentian Kadernya Jadi Plt Bupati Butur

Konten ini diproduksi oleh kendarinesia.id
Golkar Sultra Pertanyakan Pemberhentian Kadernya Jadi Plt Bupati Butur (568304)
Ilustrasi Partai Golkar. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
DPD I Golkar Sulawesi Tenggara angkat bicara terkait kadernya, Ramadio yang mendadak diberhentikan sementara sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Buton Utara (Butur) oleh Kementerian Dalam Negeri.
ADVERTISEMENT
Sekretaris DPD I Golkar Sultra, Muhammad Basri mengaku heran mengapa Ramadio baru diberhentikan saat ini, padahal kasus yang sementara dihadapinya telah diproses sejak 2019 lalu.
Menurut Basri, mestinya pencopotan mantan Ketua DPD II Golkar Buton Utara tersebut sebagai kepala daerah dilakukan sejak awal kasusnya tersebut diproses hukum.
"Kenapa baru sekarang dia diberhentikan. Itu yang bikin timbul pertanyaan. Kenapa bukan sejak dulu waktu awal mencuat kasusnya" kata Basri melalui telepon selulernya, pada Kamis (1/10) malam.
Basri tak membantah saat ditanya perberhentian tersebut terkait dengan politik. "Jelas itu, kayaknya ada kaitannya dengan politik," kata Basri.
"Mestinya dia pelaksana tugas (bupati) kan sekarang. Ada indikasi politik kalau saya lihat, kayaknya begitu," tambahnya.
Meski begitu, Basri mengaku Golkar tetap menyerahkan masalah kasus hukumnya ke pihak berwajib.
ADVERTISEMENT
Untuk diketahui, partai Golkar dengan tiga kursi di Pilkada Buton Utara 2020 bersama PAN dan Demokrat mendukung pasangan Ridwan Zakariah-Ahali.
Pasangan tersebut merupakan penantang petahana, Abu Hasan yang mengambil calon wakil Suhuzu dengan dukungan PDIP dan pasangan Aswadi Adam-Fahrul Muhammad yang didukung PKB, PKS, Gerindra, dan PKPI.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan Ramadio pertama kali dilaporkan ke polisi oleh ayah korban berinisial E (51) ke Polsek Bonegunu di Buton Utara, yang masih masuk wilayah hukum Polres Muna.
Korban dugaan pencabulan yang dilakukan Ramadio berusia 14 tahun, dan masih duduk di bangku sekolah. Korban mengadukan perbuatan Ramadio dan mucikari T ke orang tuanya.
Menurut laporan yang dibuat ayah korban, korban diduga dicabuli oleh Ramadio sebanyak dua kali pada media Juni 2019, sekitar pukul 18.00 WITA. Tiga hari berselang, Ramadio diduga mengulangi perbuatannya. Ramadio dan mucikari lalu ditetapkan sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
Penulis: Didul