News
·
14 April 2021 15:08

Harga Sembako di Kendari Terus Naik, Disperindag: Akan Kita Sidak

Konten ini diproduksi oleh kendarinesia.id
Harga Sembako di Kendari Terus Naik, Disperindag: Akan Kita Sidak (628168)
Pedagang ayam di Pasar Sentral Wuawua, Kota Kendari. Foto: Aldo/kendarinesia.
Harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar di Kota Kendari terus mengalami kenaikan sejak memasuki bulan Ramadhan hingga kini.
ADVERTISEMENT
Seperti yang terjadi di Pasar Panjang dan Pasar Sentral Wuawua, Kota Kendari. Harga kacang hijau sebelumnya Rp 500 ribu per karung kini menjadi Rp 600 ribu per karung, begitupun dengan kentang harga sebelumnya Rp 15 ribu per kilogram kini Rp 22 ribu per kilogram.
Sementara Wortel sebelumnya harga Rp 10 ribu sekarang menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Sementara Tomat mengalami hal yang sama dari harga Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini dipicu akibat terjadinya musim hujan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, kata Samsiah salah satu pedagang yang ditemui di Pasar Sentral Wuawua. Umumnya sayur mayur yang beredar di wilayah sultra memang sebagian berasal dari wilayah sulsel.
ADVERTISEMENT
"Harga naik akibat cuaca musim hujan di Kabupaten Enrekang, Sulsel," tambahnya.
Sementara bawang merah, bawang putih, dan gula merah juga mengalami kenaikan yang begitu signifikan. Gula merah sebelumnya Rp 16 ribu per kilogram kini menjadi Rp 19 ribu per kilogram, bawang putih harga sebelumnya Rp 35 per kilogram sekarang menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Dan bawang merah sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram saat ini mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
"Ayam potong yang beratnya 2 kilogram dulu masih dijual sekitaran Rp 55 sampai 60 ribu sekarang dijual Rp 65 ribu, kadang juga harganya sampai Rp 70 ribu kalau ayam tersebut besar sekali," kata Alfi salah seorang pedagang yang ditemui di Pasar Bonggoeya, Kota Kendari.
ADVERTISEMENT
Kata Disperindag
Menindaklanjuti hal tersebut, Sekretaris Disperindag, Kota Kendari, Sapoan mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di pasar pihaknya akan melalukan pemantauan dan sidak guna memastikan kenaikan tidak terlampau tinggi.
“Kita lakukan pemantauan tiap hari di pasar sehingga kita tahu pergerakan harga komoditi tiap harinya seperti apa. Sewaktu - waktu juga kita akan melakukan sidak,” kata Sapoan saat ditemui di Kantornya, pada Rabu (14/04).
Tidak hanya pasar, Disperindag juga berencana akan melalukan pemantauan langsung ke distributor guna memastikan ketersediaan bahan pokok agar tidak terus memicu kenaikan harga kebutuhan di pasar.
"Bisa memicu kenaikan harga kalau persedian kurang di distributor,” pungkasnya.
Sapoan juga mengataka, kenaikan harga sayur mayur di kendari karena daerah pemasok kini mengalami curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan banyak para petani mengalami gagal panen.
ADVERTISEMENT
“Iya cuaca salah satu pengaruh kenaikan harga, seperti kebutuhan pokok dari pihak pertanian kayak cabe, tomat dan lain sebagainya,” ungkapnya.
“Kalau dipersenkan kenaikan harga kebutuhan pokok sekarang sekitar 0,6 persen tidak sampai 1 persen,” tambahnya.
*****
Laporan: Aldo