kumparan
search-gray
News6 April 2020 10:53

Kisah Pasien Positif Corona di Kendari, Sultra: Saling Menguatkan saat Diisolasi

Konten Redaksi Kendarinesia
Kakak komar1.jpg
Telihat kedua pasien sedang berbicara di ruang isolasi Rumah Sakit Bahteramas Kendari. Foto: tangkapan layar video.
Sebuah video berdurasi 2 menit 39 detik yang dikabarkan adalah para pasien positif Virus Corona atau COVID-19 yang sedang saling menguatkan saat berada di dalam ruang isolasi RS Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial, Minggu malam (5/4).
ADVERTISEMENT
Video tersebut dibenarkan oleh salah satu keluarga pasien, Kamaruddin, saat dikonfirmasi kendarinesia/kumparan, melalui pesan singkat WhatsApp.
Menurut Komar--sapaan akrab Kamaruddin--pria yang sedang berbicara dalam video itu adalah kakaknya yang tertua, sedangkan yang merekam juga kakak perempuannya yang lebih dulu dinyatakan positif COVID-19.
"Iya, itu kakakku yang paling tua. Dia mi pasien (positif) baru yang bersamaan dengan perawat, dan perawat itu istrinya kakakku yang tua. Terus yang merekam ini juga kakakku, yang juga pasien positif dari Konawe sama suaminya," jelas Komar.
Dalam video tersebut, tampak seorang pria sedang memberi semangat kepada orang tua yang juga berada di dalam ruangan. Orang tua tersebut diduga kuat adalah pasien kasus positif baru berusia 74 tahun asal Kendari yang telah dikonfirmasi Gugus Tugas COVID-19, Minggu sore (5/4).
ADVERTISEMENT
Dalam video tersebut, pria itu menyemangati sang orang tua agar tidak stres memikirkan penyakit Virus Corona yang mereka derita. Kata pria tersebut, dia juga stres karena adiknya terus memikirkan kondisinya.
"Itu saya punya adik, dia stres pikirkan ini. Tapi saya kasih tau, jangan mi stres, saya juga stres pikirkan ini. Tapi mau bemana (bagaimana), kita mau bemana (bagaimana) kasihan. Seandainya obat ada di sini bisa sembuh, sembuh mi saya," kata pria dalam video itu.
Lalu, pria tersebut mengingatkan kepada orang tua itu agar tidak bersedih, apalagi sampai menangis.
"Jadi tolong om, jangan kita sedih, jangan kita menangis, jangan. Yakin saya om, saya juga stres, tapi karena saya lawan stresku dengan semangat, saya masih semangat sekarang," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Video
Pria itu kembali mengulang kata-katanya agar sang orang tua tidak sedih karena tak di jenguk oleh anaknya. Kata pria itu, bukan tak ada yang mau menjenguknya, namun karena memang penyakit corona banyak orang yang takut.
"Jadi jangan kita sedih, kenapa anakku tidak lihat saya, bukan anaknya kita (kamu) yang tidak mau lihat om, tapi karena penyakitnya kita, om, orang takut kasihan. Iye, banyak orang takut. Jangan kita sedih om," katanya lagi.
Dia juga sempat bercerita pengalamannya diteror oleh orang-orang yang mendesaknya agar pergi dari rumah, dan segera menuju ke rumah sakit.
"Saya di telepon sama orang kelurahan. Katanya, pak, kita (kamu) tinggalkan mi rumah pak, kita ke rumah sakit mi. Saya tanya, kenapa, saya sehat ji kasihan. Kata orang itu, tidak (sehat), bapak kena corona," cerita pria tersebut.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada dokter yang bilang sama saya, kalau saya ini kena corona, tapi karena saya diteror sama pak RT, sama orang kelurahan, saya pergi mi. Baru dia bilang itu orang, kalau bapak tidak mau pergi ke RS saya telepon polisi. Astaga, sampai begitunya," imbuhnya.
Menurut pria itu, karena dia didesak agar meninggalkan rumah, ia bersama istrinya lalu menggunakan motor dan berangkat menuju ke rumah sakit dengan meninggalkan anaknya.
"Akhirnya saya pergi sama istriku, saya naik motor, pagi-pagi saya pergi, anakku kasihan saya tinggalkan. Saya bilang jangan mi ikut bapak, nak, ada penyakitnya bapak," katanya.
Pasien Virus Corona di Stadion Olahraga Wuhan
Petugas medis berjalan di dekat pasien dengan gelaja virus corona atau COVID-19 yang beristirahat di rumah sakit darurat stadion olahraga Wuhan, Hubei, China. Foto: AFP/STR
Dalam beberapa detik terakhir video, pria itu kembali menguatkan sang orang tua untuk tidak bersedih, karena akan memperparah penyakitnya.
ADVERTISEMENT
"Saya cuma kasih tahu saja om, jangan kita sedih om. Terus terang, saya sedih juga, tapi mau bagaimana. Saya cuma mau kasih tahu kita om, jangan kita sedih. Karena semakin kita sedih akan semakin sakit, kalau tambah sakit, kita tidak tau bemana (bagaimana) akibatnya. Jadi sekarang semangat," pungkasnya.
Sementara itu, Juru Bicara COVID-19, dr Rabiul Awal mengaku belum tahu saat dikonfirmasi apakah video tersebut adalah para pasien positif corona yang ada di ruang isolasi RS Bahteramas Kendari.
"Saya belum tahu," singkat Rabiul Awal.
Begitu pula dengan Direktur Utama RS Bahteramas Kendari, dr Sjarif Subijakto, tak merespons konfirmasi kendarinesia/kumparan hingga berita ini dipublish.
Diketahui, jumlah pasien positif virus coroan di Sultra hingga saat ini mencapai 6 orang. Dengan rincian, 1 pasien dinyatakan sembuh, 4 pasien kasus lama, dan 1 pasien kasus baru. Seluruh pasien positif corona saat ini sedang berada di ruang isolasi RS Bahteramas Kendari.
ADVERTISEMENT
𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙠𝙚𝙣𝙙𝙖𝙧𝙞𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙙𝙞 𝙄𝙣𝙨𝙩𝙖𝙜𝙧𝙖𝙢 @𝙠𝙚𝙣𝙙𝙖𝙧𝙞𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙡𝙞𝙠 𝙩𝙤𝙢𝙗𝙤𝙡 '𝙄𝙆𝙐𝙏𝙄' 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙧𝙖𝙜𝙖𝙢 𝙞𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙧𝙞𝙠 𝙡𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙞 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙬𝙚𝙨𝙞 𝙏𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖.
-----------------------
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white