kumparan
News5 April 2020 19:32

Seorang Balita di Kendari Dinyatakan Positif Corona Berdasarkan Hasil Rapid Test

Konten Redaksi Kendarinesia
Screenshot_20200405-202257_WhatsApp.jpg
Petugas kesehatan saat melakukan Rapid Test di Kota Kendari. Foto: Dok.Istimewa
Seorang balita di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan positif Virus Corona atau COVID-19 berdasarkan hasil rapid test.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19, Sultra, dr Rabiul Awal saat dihubungi kendarinesia, Minggu malam (5/4).
"Iya, betul. Hanya umur pastinya saya tidak tahu persis. Balita pokoknya," tegas Rabiul Awal atau karib disapa dr Wayonk.
dr Wayonk bilang, setelah hasil rapid test menyatakan anak itu positif corona, pihaknya melakukan proses swab tenggorokan, dan langsung dikirim ke Laboratorium di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Saat ini, lanjut Wayonk, anak tersebut sedang diisolasi mandiri di rumahnya bersama keluarganya.
"Kan positif berdasarkan rapid test, hasil rapid test itu tidak bisa jadi diagnosa penentu, penentunya nanti adalah hasil swab Real Time PCR. Swab-nya sudah kami kirim, tinggal tunggu hasilnya," katanya.
"(Anak itu) masih diisolasi mandiri, karena itu lagi, hasil rapid test bukan penentu. Pertimbangan lain, kan masih kecil, bagaimana kah kalau anak-anak, to, kasihan," sambungnya.
ADVERTISEMENT
dr Wayonk menjelaskan, anak tersebut merupakan anggota keluarga dari 2 pasien positif sebelumnya yang diumumkan pada Jumat sore (3/4). Kedua orang pasien positif itu merupakan suami istri.
Diduga kuat anak tersebut punya riwayat kontak erat dengan pasien positif sebelumnya itu. Tapi, Wayonk mengaku belum tahu, apakah status anak tersebut adalah anak kandung dari 2 pasien positif, atau hanya keponakannya saja.
Screenshot_20200405-202319_WhatsApp.jpg
Total ada 62 orang yang dicurigai melakukan kontak dengan pasien positif corona di Kendari dilakukan Rapid Test. Foto: Dok.Istimewa
"Iya, (anak itu) masih keluarga dekat dengan 2 pasien confirm positif corona sebelumnya. Tapi tidak tahu jelas, apakah statusnya anak kandung, atau kemenakan, saya belum tahu," ujarnya.
dr Wayonk juga membenarkan bahwa temuan 1 anak positif corona itu setelah Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Test melakukan pemeriksaan di sekitar tempat tinggal 4 pasein yang dinyatakan positif corona sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Dalam pengambilan rapid test itu, sebanyak 62 orang, yang terdiri dari keluarga dekat dan tetangga yangย  kontak erat dengan pasien positif dilakukan rapid test. Hasilnya, dari 62 orang yang menjalani rapid test, 61 orang dinyatakan negatif, dan 1 anak positif.
Untuk itu, Wayonk mengimbau kepada warga Kota Kendari khususnya, dan warga Sultra pada umumnya untuk tetap berada di rumah, dan tidak berkerumun untuk menghindari penyebaran virus corona.
"Saya tegaskan sekali lagi, hasil dari rapid test bukan menjadi penentu seseorang bisa dikatakan positif atau negatif corona. Penentunya adalah nanti hasil swab Real Time PCR. Untuk kasus anak tersebut, swab tenggorokannya sudah kami kirim ke lab di Makassar, kami masih menunggu hasilnya," katanya.
ADVERTISEMENT
"Untuk itu, kami meminta agar warga tetap berada di rumah, menerapkan social distancing, menghindari kerumunan, dan jangan keluar rumah bila tidak ada keperluan yang sangat mendesak. Ini demi kebaikan bersama," pungkasnya.
๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™›๐™ค๐™ก๐™ก๐™ค๐™ฌ ๐™ ๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™š๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™ž ๐™„๐™ฃ๐™จ๐™ฉ๐™–๐™œ๐™ง๐™–๐™ข @๐™ ๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™š๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ก๐™ž๐™  ๐™ฉ๐™ค๐™ข๐™—๐™ค๐™ก '๐™„๐™†๐™๐™๐™„' ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™ง๐™–๐™œ๐™–๐™ข ๐™ž๐™ฃ๐™›๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™จ๐™ž ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง๐™ž๐™  ๐™ก๐™–๐™ž๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž ๐™™๐™ž ๐™Ž๐™ช๐™ก๐™–๐™ฌ๐™š๐™จ๐™ž ๐™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ง๐™–.
------------------
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan