kumparan
News6 April 2020 11:27

Waspada Corona, Kawasan Pelabuhan Kendari Dipasang Bilik Disinfektan

Konten Redaksi Kendarinesia
20200406_105942.jpg
Anggota DPRD Sultra, Yudianto Mahardika saat melakukan pemasangan bilik disinfektan di area Pelabuhan Batu Kendari. Foto: Wiwid Abid Abadi/kendarinesia
Wabah Virus Corona atau COVID-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra) belum juga reda. Bahkan, terjadi peningkatan jumlah pasien positif yang sebelumnya 3 orang, menjadi 6 orang, hingga Minggu (5/4).
ADVERTISEMENT
Bahkan, Gubernur Sultra, Ali Mazi, dalam imbauannya menyebut bahwa di Sultra telah terjadi transmisi lokal penyebaran Virus Corona.
Guna mencegah penyebaran virus, anggota Komisi III DPRD Sultra, Yudianto Mahardika, berinisiatif menyisihkan pengasilannya untuk membuat bilik disinfektan untuk dipasang di wilayah Pelabuhan Kendari, dan di RS Bahteramas Kendari.
"Sejauh ini sudah 3 bilik disinfektan chambers yang jadi. Kami sudah pasang 2 bilik di area pelabuhan Batu Kendari dan Pelabuhan Ferry Kendari. Rencananya, 1 bilik lagi akan saya pasang di RS Bahteramas," jelas Yudianto, Senin (6/4).
Pria yang karib disapa Yudi ini mengatakan, pemasangan bilik disinfektan tersebut adalah inisiatif pribadinya, dan menggunakan dana pribadi.
"Inisiatif pribadi, danannya juga dana pribadi. Tujuan saya jelas, membantu pemerintah secara langsung di lapangan dalam upaya percepatan pencegahan penyebaran COVID-19," katanya.
ADVERTISEMENT
Dia berharap, bilik disinfektan yang ia pasang dapat bermanfaat untuk mensterilkan para penumpang yang datang maupun keluar dari Kendari melalui pelabuhan.
20200406_110407.jpg
Pemasangan bilik disinfektan di area Pelabuhan Kendari. Foto: Wiwid Abid Abadi/kendarinesia
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan, Dinas Perhubungan Kota Kendari, Ilham Abidin, menjelaskan bahwa bilik disinfektan tersebut adalah upaya sterilisasi bagi penumpang yang datang.
"Bilik ini dalam rangka mencegah corona, sehingga dengan adanya bilik ini, seluruh penumpang maupun barang dari kapal bisa disterilkan," jelasnya.
Menurutnya, selama ini pihaknya masih melakukan penyemprotan disinfektan secara manual, dan hanya dilakukan pada barang saja. Namun dengan adanya bilik itu, pihaknya juga bisa melakukan sterilisasi kepada penumpang. "Jadi seluruh penumpang yang datang wajib masuk bilik ini," katanya.
Ilham bilang, untuk di wilayah Pelabuhan Batu, untuk saat ini tak terlalu banyak penumpang, apalagi dengan adanya pembatasan masuk wilayah Kota Kendari untuk mewaspadai corona.
ADVERTISEMENT
"Paling tidak sehari itu mencapai 20 - 40 orang yang datang. Rata rata untuk pelabuhan ini adalah penumpang dari dan akan ke Laonti dan Wawonii. Sehari kadang ada 2 kapal, kadang juga 1 kapal beroperasi, tapi kalau ramai bisa sampai 3 kapal," pungkasnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan