75 Orang Bersila Diajar Membuat Tanjak Warisan Melayu

Konten Media Partner
3 Agustus 2019 17:06
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
75 Orang Bersila Diajar Membuat Tanjak Warisan Melayu (396876)
zoom-in-whitePerbesar
Peserta membuat tanjak berkeliling duduk melingkar
Sebanyak 75 orang duduk melingkar di Aula Wan Sri Beni, Dompak, Tanjungpinang, mereke dihadapkan dengan kain berbentuk segitiga yang berada dihadapan tiap-tiap dari mereka.
ADVERTISEMENT
Pria-pria dan wanita itu semuanya berpakaian khas melayu baju kurung. Kebanyakan lelaki yang datang memakai penghias kepala tanjak.
Mereka tampak begitu khusyuk mengikuti bengkel tanjak yang menjadi rangkaian kegiatan Pelatihan Pembuatan Tanjak. Event tersebut diadakan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri bersama Ahlul Tanjak Nusantara di Dompak, dari tanggal 3–4 Agustus 2019.
Mengangkat tema "Menjadikan Tanjak sebagai jati diri orang melayu" peserta yang hadir berasal dari Lembaga Adat Melayu di 7 kabupten/kota di Kepri dan dari kalangan luar seperti pengrajin tanjak yang ada di Kepri, pihak pemerintah, pelajar, yayasan dan lain-lain.
M. Naziransyah mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menambah wawasan tentang tanjak warisan melayu kepada masyarakat. Menjaga, mengembangkan dan melestarikan Tanjak sebagai warisan budaya melayu.
ADVERTISEMENT
Selain itu juga untuk menjadikan tanjak sebagai jati diri melayu, dengan menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap tanjak dikalangan masyarakat di Kepulauan Riau.
"Kami berharap ini dapat berkelanjutan kedepannya. Karena ini dapat menambah wawasan kita orang melayu mengenai tanjak," jelasnya.
Tenaga pengajar yang didatangkan khusus dari Malaysia yakni Johan Iskandar, yang juga menjabat sebagai Ketua Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu. Beliau khusus mengupas tentang seni pembuatan dan pemakaian Tanjak dan Destar atau Tengkolok.
"Yang mengajar bukan sembarangan orang. Dari Ahlul Tanjak Nusantara membawa guru dari Malaysia sebagai pengajar dalam pembuatan tanjak," ujarnya.
Berbagai tata cara pembuatan, macam-macam tanjak warisan melayu dan pengetahuan diberikan pada sesi tersebut.
Menurut Naziran hal ini patut terus dilakukan, agar wawasan masyarakat bertambah mengenai tanjak dan apa saja yang dimiliki Kepulauan Riau selain tanjak yang selama ini mereka ketahui seperti tanjak kreasi.
ADVERTISEMENT
"Kita harap ini terus ada, agar mereka tahu kita memiliki tanjak khas Kepri dan bermacam-macam jenis tanjak lainnya. Bukan hanya tanjak yang selama ini kita kenal. Yang nantinya mereka gunakan juga dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.
Penulis : Mily
Editor : Wak JK
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020