News
·
6 Juni 2021 15:13
·
waktu baca 1 menit

Atasi Ancaman Kepariwisataan, Kantor Crisis Center Kepri di Batam Diresmikan

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Atasi Ancaman Kepariwisataan, Kantor Crisis Center Kepri di Batam Diresmikan (254412)
Kantor Crisis Center Kepri di Batam. foto: Milyawati/kepripedia.com
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia merupakan salah satu krisis semua negara, salah satu dampaknya membuat industri pariwisata terpuruk. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Oleh karena itu, perlu upaya dan langkah-langkah untuk atasi ancaman kepariwisataan.
ADVERTISEMENT
Demi terciptanya sinergitas yang kuat antar lembaga dalam mengatasi krisis kepariwisataan, kantor Crisis Centre Dinas Pariwisata Kepri di Batam resmi dibuka. Sabtu, (5/6).
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar mengatakan penanggulangan krisis harus bertahap dan berkesinambungan, sehingga perlu keterlibatan multipihak dalam mengatasinya.
Atasi Ancaman Kepariwisataan, Kantor Crisis Center Kepri di Batam Diresmikan (254413)
Kadispar Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar saat meresmikan kantor Crisis Centre di Batam. Foto: Milyawati/kepripedia.com
Peresmian kantor tersebut, sekaligus untuk mempercepat manajemen krisis yang sifatnya operasional di lapangan, tidak hanya sebagai dokumen dan perencanaan saja, namun kaidah-kaidah sustainable tourism di era new normal dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.
“Keberadaan Crisis Centre ini bertujuan untuk menemukan solusi, merancang strategi dan kebijakan untuk menghadapi krisis kepariwisataan, sekaligus sebagai ujung tombak promosi pariwisata Kepri, guna mendukung terwujudnya pembangunan pariwisata Indonesia yang tangguh pada umumnya, dan Kepulauan Riau pada khususnya,” tegas Buralimar.
ADVERTISEMENT
Dihadiri seluruh asosiasi, komunitas dan perhimpunan kepariwisataan di Kepri, Buralimar menambahkan, melalui Crisis Centre ini secara bersama-sama berkomitmen untuk berpartisipasi dan berkontribusi nyata di dalam upaya membangun kembali pariwisata Kepri yang terkena dampak Covid-19. Serta membangun kembali pariwisata saat ini dan di masa yang akan datang untuk menuju pembangunan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan.
“Selain itu juga perlu upaya percepatan sektor pariwisata yang melibatkan Pentahelix pariwisata, yakni Akademisi, Media, Pebisnis, Komunitas, dan Pemerintah,” imbuhnya.