Bahaya Besar Mengintai di Balik Penggunaan Dacron Swab Daur Ulang

Konten Media Partner
28 April 2021 21:03
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bahaya Besar Mengintai di Balik Penggunaan Dacron Swab Daur Ulang (372096)
zoom-in-whitePerbesar
dr. Frianto Ismail (rompi hitam), salah satu tenaga kesehatan Kota Batam. Foto: Yoan/kepripedia.com
Ada bahaya besar mengintai dibalik penggunaan dacron swab daur ulang, sebagaimana kasus yang viral terjadi di Bandara Kualanamu-Medan tentang sejumlah oknum yang menggunakan dacron swab (alat pengambil sampel lendir) diduga daur ulang.
ADVERTISEMENT
Adalah dr. Frianto Ismail, dokter dari Kota Batam ini menjelaskan sejumlah bahaya yang kemungkinan bisa terjadi oleh pasien yang diambil sampel lendir dengan menggunakan alat daur ulang.
Menurutnya, dacron swab berfungsi mengambil lendir yang ada di belakang hidung, untuk dideteksi kemungkinan adanya COVID-19. Namun selain itu, sejumlah penyakit yang menular lewat cairan tubuh juga ikut dalam lendir yang berada di dacron swab.
“Fungsi dacron swab mengambil partikel di belakang hidung, sehingga tidak hanya bakteri saja yang nempel, namun ada jamur, gen, dan virus,” ujarnya kepada kepripedia, Rabu, (28/4).
Lebih lanjut, Anto membeberkan sejumlah penyakit yang berpotensi menular lewat penggunaan alat daur ulang tersebut.
“Bukan hanya COVID-19 saja, tapi ada kemungkinan tertular penyakit lain seperti, Tuberkulosis, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), Hepatitis, bahkan HIV-AIDS,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Menyikapi terjadinya penyelewengan SOP dalam pengambilan sampel, Anto menyarankan agar segenap masyarakat menggunakan tempat resmi yang diakui pemerintah, seperti Rumah Sakit rujukan, klinik tersertifikasi atau puskesmas setempat.
“Satu hal yang paling penting, kenali alat-alat dan bentuk kemasan sterilnya, serta jangan takut untuk bertanya langsung dengan detail. Belajarlah untuk care dengan diri sendiri,” demikian, Anto.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020