News
·
3 April 2021 16:17

Bak Film Laga, Kapal Pencuri Ikan Kejar-kejaran dengan Bakamla di Laut Natuna

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Bak Film Laga, Kapal Pencuri Ikan Kejar-kejaran dengan Bakamla di Laut Natuna (159200)
searchPerbesar
Petugas Bakamla memeriksa Kapal Ikan Asing (KIA) yaang diduga melakukan aksi pencurian ikan di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Foto: Dok. Bakamla RI
Aksi kejar-kejaran Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam dengan kapal lKN. Pulau Dana 323 milik Bakamla RI terjadi di laut Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3 /4) malam.
ADVERTISEMENT
"Kapal asing tersebut saat dicegat oleh petugas tidak kooperatif dan berusaha kabur dari pengejaran. Bahkan tembakan peringatan ke udara tidak diindahkan," kata Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma Suwito, melalui Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, dalam pesan tertulis diterima kepripedia, Sabtu (3/4).
"Petugas melakukan tembakan peringatan kedua dilepaskan ke bagian haluan yang terlihat oleh nahkoda hingga akhir kapal pencuri itu berhenti," tambah dia.
Dijelaskanya, pada saat itu kapal Pulau Dana - 323 yang sedang melaksanakan patroli Operasi Garda Nusa V Tahun 2021 di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia sektor Barat, mendeteksi adanya satu kapal pada kontak radar.
Posisi kapal berada pada 8 nautical mile (NM) di dalam garis batas landas kontinen, dan melaju dengan kecepatan 1,5 knot.
ADVERTISEMENT
Untuk memastikan aktifitas kapal tersebut, Komandan KN. Pulau Dana-323, Letkol Bakamla Hananto Widhi, memerintahkan untuk mendekati kontak. Namun saat didekati, kapal tersebut malah mematikan lampu kapal dan berusaha kabur dengan menambah kecepatan hingga 7 knot.
"Selanjutnya, Komandan KN. Pulau Dana-323 memerintahkan Tim Visit Board, Search, and Seizure (VBSS) untuk mendekat dengan menggunakan RHIB," jelasnya.
Setelah itu, kata dia, berdasarkan pemeriksaan awal, kapal tersebut merupakan kapal ikan berbendera Vietnam dengan nomor lambung BD 311xx-TS. Diketahui kapal itu baru saja berlayar dari Vietnam menuju perairan Indonesia untuk mencari ikan.
Tangkapan ikan diketahui sejumlah 25kg, dan palka kapal dipenuhi oleh bongkahan batu es.
Selanjutnya, kapal dan seluruh anak buah kapal (ABK) yang berjumlah 6 orang, dikawal dan diamankan menuju Pangkalan Batam guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
Tindakan ini merupakan bentuk perwujudan Bakamla RI dalam menunjukkan komitmen dan integritas dalam pengamanan perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Salah satu visi dan pokok kebijakan Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, beberapa waktu lalu saat rapim Bakamla RI 2021, yang menekankan agar Bakamla RI harus bekerja keras untuk menunjukkan komitmen dan integritasnya.
Kehadiran kapal patroli Bakamla RI di wilayah perbatasan merupakan implementasi strategi direkomendasikan oleh Bakamla RI kepada Kemenkopolhukam sebagai hasil seminar nasional tentang pengelolaan perbatasan pada akhir tahun 2020 lalu.
Jenderal TNI AL bintang tiga tersebut mengatakan, "Menghadapi situasi di wilayah perbatasan membutuhkan sinergi semua pihak untuk dapat mengimplementasikan strategi tersebut yaitu presence at sea, explore/exploit the sea dan trust build by sea," pungkasnya.
ADVERTISEMENT