News
·
21 Juni 2021 20:03
·
waktu baca 3 menit

Cerita 3 Karyawan Swasta di Batam Ikuti Vaksinasi COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Cerita 3 Karyawan Swasta di Batam Ikuti Vaksinasi COVID-19 (63988)
searchPerbesar
Tiga karyawan PT Rubycon Indonesia menjalani vaksinasi. Foto: Zalfirega/kepripedia.com
Sejak dua pekan ke belakang, hampir seluruh karyawan swasta di Kota Batam dengan antusian mengikuti vaksinasi COVID-19. Bahkan beberapa dengan rela berdesakan dengan peserta lainnya untuk ikuti vaskinasi corona tersebut.
ADVERTISEMENT
Namun bebeda cerita dengan karyawan PT Rubycon Indonesia yang justru telah difasilitasi oleh pihak perusahaan. Beberapa dari mereka tak sungkan berbagi pengalaman menjalani vaksinasi.
"Belum pernah disuntik" ujar Putri mengawali bicara.
Putri, salah satu dari ribuan karyawan PT Rubycon Indonesia, Kota Batam, Kepulauan Riau. Ia mengaku belum pernah disuntik. Sehingga sempat deg-degan saat pertama berhadapan dan disuruh tim medis duduk
"Bayangkan saja baru pertama disuntik dosis vaksin rasanya deg-degan banget, tapi begitu jarum hinggap di lengan tangan rasa deg-degan sudah hilang," kata Putri, usai divaksin di Best Western Premier (BWP) Batam, Sabtu (19/6) lalu.
Wanita berumur 19 tahun ini mengaku tak ambil pusing adanya rasa takut yang dialami sejumlah orang karena isu yang beredar di media sosial tentang vaksin yang tak baik bagi tubuh.
ADVERTISEMENT
Mulai dari kabar penerima vaksin kejang-kejang usai disuntik sampai harus meninggal dunia hingga kabar miring lainnya.
"Itu semua ternyata tidak benar, bohong saja, padahal vaksin ini untuk menambah imun tubuh kita agar tak mudah terpapar dari wabah virus corona," kata dia.
Sebelum disuntik dosis vaksin, dirinya telah mempersiapkan diri sejauh hari mulai dengan makan minum serta tidur secara teratur.
"Alhamdulillah berjalan dengan lancar tidak ada kendala divaksin pertama ini," ujar wanita asal Palembang itu.
Sama hal dengan Putri, Irka Haros Malisa (19) juga tak kalah antusias untuk menerima suntik vaksin dosis pertama. Mereka sama-sama dari Palembang mengadu nasib di Kota Batam.
"Awal kami takut ada berita miring di medsos tentang vaksin. Tapi kami tidak percaya begitu saja dengan berita miring itu dampak dari suntik vaksin".
ADVERTISEMENT
"Kalau saya itu deg-degan karena memang takut suntik. Bukan karena hal lain," katanya.
Senada dengan mereka, Putri Ayu juga mengaku tidak mengalami gejala apapun setelah divaksin seperti yang dibayangkan karena informasi yang beredar.
"Bahkan dokternya bilang kalau ada mengalami gejala, silakan minum obat yang telah diberikan," paparnya.
Dia menjelaskan, sebelum perusahaannya memfasilitasi vaksinasi, ada selentingan kabar tentang sejumlah karyawan perusahan di Batam mual-mual usai disuntik vaksin.
"Ini ada kami dengan di Dormitori Muka Kuning, karyawan mual usai divaksin. Tapi kata nakes itu efek obat yang beberapa jam saja. Ini udah kewajiban kita untuk divaksin membantu pemerintah dalam penanganan COVID-19," tuturnya.
Mereka berharap vaksinasi terhadap masyarakat ini dapat menekan laju COVID-19 dan membantu pemulihan sektor perekonomian di Batam.
ADVERTISEMENT
"Kita berharap dengan telah divaksin, pertumbuhan ekonomi akan kembali bangkit seperti sediakala. Supaya lowongan kerja banyak yang buka kasihan teman masih belum dapat kerja di kampung," kata mereka serentak.
Sebagai mana diketahui pemerintah memberikan vaksinasi untuk seluruh pelayan publik termasuk PT. Rubycon Indonesia diikuti oleh 1.500 karyawan mereka.
Pihak perusahan mengambil kebijakan untuk memberikan cuti dua hari usai seluruh karyawan divaksin hal itu diambil menyikapi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
***
Konten ini merupakan bagian dari program ubahlaku
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020