News
·
29 Agustus 2021 14:28
·
waktu baca 3 menit

Dinkes Lingga Target Alat PCR di RSUD Encik Maryam Dioperasikan Bulan Depan

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Dinkes Lingga Target Alat PCR di RSUD Encik Maryam Dioperasikan Bulan Depan (93959)
searchPerbesar
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga, Mulkan Azima. Foto: Istimewa.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga, Mulkan Azima, mengungkapkan pihaknya menargetkan mesin real time polymerase chain reaction (RT-PCR)  beroperasi bulan depan.
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan jika masih harus memasang dua alat yang dipesan di Bandung. Dan dalam waktu dekat ini, kata Mulkan, mesin RT-PCR akan didistribusikan ke RSUD Encik Maryam.
"Mesin RT-PCR ini keberadaannya sudah hampir 2 bulan di kantor kita (Dinkes). Karena memang ini tidak bisa langsung dipakai tetapi butuh alat pendukung lainnya," jelas Mulkan, Minggu (29/8).
Mulkan menambahkan, minimal bulan depan mesin RT-PCR sudah mulai dirakit oleh tim teknisi dan dapat segera dioperasikan di RSUD Encik Maryam. Karena itu, meminta pihak rumah sakit agar segera menyiapkan admistrasi pendukungnya, seperti izin dan seorang operator yang terlatih.
"Memang di RSUD Encik Maryam itu kekurangan analis, lebih kurang dua. Kita juga berpesan agar analis nanti dilatih, untuk mengoperasikan mesin RT-PCR ini," harap dia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, lanjut Mulkan, mesin ini semula diperuntukan di RSUD Dabo. Namun karena dinilai belum siap alat-alat pendukungnya, oleh karena itu kita coba tawarkan ke RSUD Encik Maryam.
"Disini lengkap, insyaallah rumah sakit ini (RSUD EM) siap," tambahnya.
Sementara untuk RSUD Dabo, pihak dinas sudah mengusulkan satu unit mesin RT-PCR ke Kementerian Kesehatan, yang semula diperuntukkan untuk RSUD Encik Maryam.
"Dulunya memang mesini yang diusulkan ini bakal ditempatkan di RSUD Encik Maryam. Karena hal tadi jadi putarkan, atau dialihkan," jelas dia.
Terpisah Bupati Lingga, Muhammad Nizar, sebelumnya telah meminta ke pihak Dinkes PPKB, untuk segera mendistribusikan mesin RT-PCR ini agar segera dioperasikan di rumah sakit yang siap menerima.
Nizar menyebutkan jika hasil tes PCR memiliki akurasi tinggi dalam menentukan seorang pasien positif terinfeksi COVID-19 atau tidak. Tentunya hal itu sangat membantu penanganan pasien agar bisa segera disembuhkan.
ADVERTISEMENT
"Minimal dapat dipergunakan untuk pasien yang bergejala berat. Mesin PCR ini setelah selesai dirakit oleh teknisi harus segera disosialisasikan oleh dokter atau nakes, terkait pemakaiannya dan dipergunakan untuk pasien COVID-19 yang seperti apa," kata Nizar.
Nizar menambahkan, rumah sakit menjadi tempat yang paling menentukan. Dari Dinas Kesehatan sendiri, maupun rumah sakit dan bahkan tenaga medis harus merespon situasi pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Maka itu memang perlu kerja ekstra.
"Walaupun di tengah pandemi, segala keterbatasan kita. Saya juga mengapresiasi kerja keras dari dinas. Begipun target vaksinasi nantinya, itu sisanya perlu didata dan dipercepatkan," imbuh Nizar.
"Semoga segala persiapan kita maksimal, untuk mengurangi angka penularan. Kasus konfirmasi segera turun. Dan berdoa bersama agar secara umum pandemi ini segera berakhir," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020