News
·
25 November 2020 17:32

DPRD Batam Tinjau Aktivitas Pemotongan Lahan yang Resahkan Warga

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
DPRD Batam Tinjau Aktivitas Pemotongan Lahan yang Resahkan Warga (316788)
Komisi III DPRD Kota Batam meninjau aktivitas pemotongan lahan di kawasan Marina City, Kecamatan Sekupang, Batam. Rega/kepripedia.com
Komisi III DPRD Batam mendatangi aktivitas pemotongan lahan di Marina City Kecamatan Sekupang. Mereka datang karena keluhan warga terkait adanya jalan licin yang berdebu akibat pemotongan lahan di area itu.
ADVERTISEMENT
"Kita dapat aduan dari masyarakat bahwa ada masyarakat mengeluhkan adanya proyek ini tanpa melihat lingkungan," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Vristo, Rabu (25/11).
Arlon turun bersama tiga anggota komisi III DPRD Kota Batam untuk mengetahui kondisi yang terjadi sesuai keluhan warga.
"Kedatangan kita, menjawab keluhan masyarakat. Kita bukan menghambat pembangunan. Tetapi kita juga tidak ingin pemilik proyek bekerja seenaknya tanpa memperhatikan kondisi lingkungan," sambungnya.
Dari peninjauan itu, pihaknya tidak menemukan seorang pun yang bertanggung jawab atas aktivitas di lokasi tersebut. Namun, demikian pemanggilan akan tetap dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan warga.
"Nanti kita akan panggil, ke komisi tiga, kita minta pemilik pekerjaan menunjukkan surat izin yang mereka miliki," kata Arlon.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, warga Marina City Kecamatan Sekupang, Batam mengeluhkan proyek pematangan lahan yang berimbas jalan raya menjadi kotor berdebu hingga licin yang diangkut oleh truk mobil roda 10.
Tumpahan material dari truk pengangkut dibiarkan begitu saja di sepanjang jalan mulai dari simpang Polsek Batu Aji hingga ke depan gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Marina.
Menurut Roni, warga sekitar aktivitas tersebut telah berjalan dari beberapa bulan lalu yang dinilai tanpa aturan, misalnya truk mobil roda 10 itu harus menutup barang pakai terpal.
"Ini sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2007 terkait ketertiban lalu lintas. Apalagi, truk tanah itu mengangkut tanpa memberikan penutup tanah dan tak membersihkan ban mobilnya saat keluar proyek," katanya, Senin (23/11).
ADVERTISEMENT