Bisnis
·
18 Mei 2020 12:21

Ekspor Karet di Bintan Meningkat di Masa Pandemi COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Ekspor Karet di Bintan Meningkat di Masa Pandemi COVID-19 (37130)
Petugas melakukan cek terhadap kemasan siap ekspor Karet. Foto: Dok Balai Karantina Tanjungpinang.
Pandemi COVID-19 lantas tak mempengaruhi ekspor karet di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau ke sejumlah negara. Bahkan ekspor tersebut meningkat secara signifikan.
ADVERTISEMENT
Pada pertengahan Mei, tepatnya Jumat (15/5) dilaporkan, Karantina Pertanian Tanjungpinang telah memfasilitasi ekspor karet lempengan asal Bintan sebanyak 1.824 ton dengan nilai mencapai Rp 34,4 miliar.
Adapun tujuan negara ekspor di antaranya yakni Malaysia, China, Jepang, Montenegro, Kanada hingga Amerika Serikat yang diberangkatkan melalui Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang.
Berdasarkan data Badan Karantina Pertanian, terjadi peningkatan permintaan karet ke PT PBD di Pulau Bintan sebanyak 11 persen dibandingkan periode ekspor tahun 2019 lalu.
Pada 2019 kuartal pertama, ada 5.484 ton karet yang diekspor. Sedangkan diawal tahun 2020 sudah mencapai 6.109 ton karet. Dengan itu, peningkatan ekonomi dilaporkan meningkat 29 persen di sektor tersebut. Di tahun 2019, nilai ekonomi sebesar Rp 98,7 miliar, sedangkan tahun 2020 sudah mencapai Rp 127,5 miliar.
ADVERTISEMENT
"Di tengah pandemi, banyak lini usaha harus tutup, namun di sektor pertanian tetap tumbuh karena dibutuhkan sebagai penyedia bahan pangan maupun bahan baku," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil melalui keterangan yang dirilis Diskominfo Kepri, Senin (18/5).
"Peningkatan ekspor komoditas karet lempengan ini patut kita syukuri," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Donni Muksidayan menjelaskan, secara umum ekspor komoditas pertanian di Tanjungpinang tidak terpengaruh pandemi COVID-19.
"Pada bulan Januari 2020 ekspor karet kita sebanyak 463,6 ton yang nilainya Rp 8,5 miliar dengan frekuensi 2 kali, bulan Februari 2.745 ton yang nilainya Rp 52,7 miliar dengan frekuensi 24 kali," terang Donni.
"Kemudian, bulan Maret sebanyak 1.763 ton yang nilainya Rp 34 miliar dengan frekuensi 13 kali, pada bulan April sebanyak 1.138 Ton yang Nilai Rp 32,4 miliar dengan frekuensi 14 kali," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Ia menyebutkan, negara tujuan ekspor tahun 2020 lebih bervariasi. Pada tahun 2019, hanya terdapat lima negara tujuan, yakni USA, UEA, Cina, Italia dan Pakistan. Sementara di tahun 2020 di periode yang sama, ada 12 negara tujuan, seperti Malaysia, Cina, Inggris, Montenegro, USA, Pakistan, Kanada, Jepang, Mesir, Turki, Brazil dan Korea Selatan.
Sementara mengenai peningkatan permintaan karet, Donni menyebutkan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) penanganan COVID-19. Seperti sebagai bahan baku pembuatan sarung tangan.
"Karantina pertanian berkomitmen memberi pelayanan yang cepat dengan fasilitas PPKOnline sehingga kebutuhan bahan baku tersebut dapat segera dipenuhi." tutupnya.
Ekspor Karet di Bintan Meningkat di Masa Pandemi COVID-19 (37131)
ads
****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
ADVERTISEMENT