News
·
29 Mei 2021 21:59
·
waktu baca 2 menit

Gadis 13 Tahun di Tanjungpinang Dicabuli Paman dan Guru Agamanya

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Gadis 13 Tahun di Tanjungpinang Dicabuli Paman dan Guru Agamanya (127417)
Konferensi pers pelaku pencabulan di Tanjungpinang. Foto: Ismail/kepripedia.com
Oknum Lurah Tanjungpinang Kota berinisial ER (40)  dan ustad berinisial RZI (31) akhirnya ditetapkan sebagai  tersangka dugaan kasus pencabulan terhadap dua orang anak dibawah umur.
ADVERTISEMENT
Penetapan keduanya disampaikan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando saat merilis kasus tersebut pada Sabtu (29/5).
Ia menerangkan, kejadian berawal pada saat korban berinisial NH (13) bercerita kepada tersangka ER pamannya sendiri di lantai 2 rumahnya sekitar pukul 05.30 WIB, tanggal 24 Apri 2021 lalu.
Kala itu, korban yang merupakan keponakan tersangka ER menceritakan bahwa dirinya pernah dicabuli oleh oknum guru agama (RZI) sekolahnya.
"Korban menginap dirumah pamannya, waktu itu sambil nonton telivisi dan pelaku langsung mencabuli korban serta mengancam korban untuk tidak memberitahu kepada istrinya," ungkapnya di Mapolres Tanjungpinang.
Prilaku tidak senonoh itu, lanjut Fernando, dilakukan tersangka ER mulai dari 2020-2021.
Kejadian tersebut terungkap dari istri tersangka yang awalnya merasa curiga dengan tingkah korban yang merupakan keponakannya. Lalu, kecurigaan itu semakin dikuatkan dengan bukti percakapan melalui pesan singkat antara tersangka dan korban yang mengarah kepada seksual.
ADVERTISEMENT
"Hingga akhirnya korban bercerita bahwa telah 15 kali dicabuli oleh oknum lurah ini dari tahun 2020 sampai 2021," jelas Fernando.
Mengetahui kejadian tersebut, kemudian orangtua korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Tanjungpinang. Sehingga dilakukan penyelidikan dan penyidikan, sehingga berdasarkan dua alat bukti di tetapkan dua orang tersangka.
Selanjutnya, petugas kepolisian langsung bergerak menangkap tersangka 1, oknum ustad RZI di jalan Perumahan Griya Puspandari Asri KM 12 Arah Kijang Kota Tanjungpinang sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis (27/5) lalu.
Sedangkan ER oknum lurah menyerahkan diri ke Mapolres Tanjungpinang.
Dari keterangan RZI, ia telah melakukan perbuatan bejat kepada korban yang kala itu masih duduk di bangku SD.
Kejadiannya berawal dari permintaan korban untuk mengantarkannya kerumah salah satu teman di perumahan belakang Swalayan Pinang Lestari Km 9 Tanjungpinang.
ADVERTISEMENT
Namun, diperjalanan pelaku RZI tidak membawa korban ke tempat tujuan, melainkan membawa korban kerumahnya.
"Saat itu, Pelaku menyuruh korban untuk masuk ke dalam rumah. Dan di dalam rumahnya pelaku menyetubuhi korban sebanyak 1 kali," ucap Fernando.
Akibat perbuatannya kedua tersangja di jerat dengan pasal 82 ayat 1 Undang -Undang  RI nomor 17 tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun, paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.