News
·
14 September 2021 21:28
·
waktu baca 3 menit

Gubernur Kepri dan Dubes RI untuk Jepang Bahas Pelabuhan Samudera Teluk Buton

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Gubernur Kepri dan Dubes RI untuk Jepang Bahas Pelabuhan Samudera Teluk Buton (51550)
searchPerbesar
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dan Bupati Natuna, Wan Siswandi saat Ratas bersama Dubes RI untuk Jepang. Foto: Istimewa.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melakukan rapat terbatas bersama Duta Besar (Dubes) Indonesia di Tokyo, Heri Akhmadi, Selasa (14/9).
ADVERTISEMENT
Ratas yang dilakukan melalui media daring ini membahas soal rencana pembangunan pelabuhan terpadu Samudera sebagai pelabuhan logistik dan perikanan di Teluk Buton, Kabupaten Natuna.
Dalam kesempatan itu, Ansar memaparkan, di Kabupaten Natuna sudah memiliki pelabuhan terpadu di Selat Lampa sebagai pelabuhan logistik dan perikanan.
Namun, kondisi jarak dari Selat Lampa menuju Ranai sebagai pusat kabupaten sangat jauh dan melalui jalur yang terjal. Sehinga kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Alhasil, pemanfaatan pelabuhan tersebut cenderung lebih banyak dimanfaatkan oleh TNI untuk mendukung kegiatan pertahanan.
"Kita membutuhkan dukungan dari pak Dubes terkait rencana pembangunan Pelabuhan Samudera ini. Kepada Menteri Perhubungan juga sudah kita bahas, dan apa yang menjadi tanggungjawab kami di Pemerintah Daerah sudah kami lakukan, dari masalah sudibkelayakan, DED dan sebahainya," papar Ansar.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, perlu adanya pembangunan pelabuhan terpadu yang multifungsi di kawasan dekat lebih dekat. Diharapkan selain menjadi pelabuhan perikanan dan logistik, secata tidak langsung juga menjadi pelabuhan yang bisa mendukung pertahanan dan keamanan negara.
Oleh karena itu, lanjut Ansar, demi mendukung rencana tersebut Pemprov Kepri bersama Pemkab Natuna telah menyiapkan lahan seluas 1,7 hektar dan sudah menyediakan anggaran untuk study kelayakan sebesar Rp 2,5 miliar. Adapun biaya pembangunan pelabuhan diusulkan kepada Menteri Perhubungan RI sebesar Rp 200 miliar.
"Saya sempat diundang rapat bersama Menko Marves dan Menhub. Disampaikan bahwa pelabuhan di Selat Lampa akan diserahkan ke TNI AL untukk mendukung kegiatan pertahanan. Dan disepakati dibangun plabuhan alternatif, yakni pelabuhan Samudera yakni pelabuhan Logistik dan perikanan di Teluk Buton," kata Gubernur lagi.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Bupati Natuna, Wan Siswandi, menyatakan sudah sangat siap dan meminta agar pemerintah provinsi dan pusat merealisasikan sejumlah program pembangunan infrastruktur di Natuna, termasuk pelabuhan Samudera di Teluk Buton.
"Kami di daerah ini sudah sangat siap, semoga segera terealisasi. Dan apapun yang menjadi domain tugas kami, kami akan lakukan semampu dan sebisa kami," tegas Wan Siswandi.
Sementara itu, Dubes KBRI di Tokyo Heri Akhmadi, menyatakan menyambut baik rencana ini. Namun demikian, dikatakannya posisi KBRI hanya sebagai perwakilan yang hanya menjalankan kebijakan, dan bukan pengambil kebijakan.
"Karena saya hanya menjalankan kebijakan, maka saya akan menyampaikan hal ini kepada yang mengambil kebijakan. Kita juga akan tawarkan segala potensi yang ada di Natuna kepada pengusaha Jepang intuk invest di Natuna," katanya.
ADVERTISEMENT
Heri juga mengaku sudah berdiskusi dengan Menko Marves, Menhan, dan Menteri KKP terkait rencana pengembangan pelabuhan terpadu di Natuna itu. Dan semuanya diakui mendukungnya. Bahkan hal ini nantinya akan menjadi salah satu benteng pertahanan masyarakat melalui program penguatan ekonomi.
"Pada intinya, masalah pertahanan dan keamanan kita tidak hanya terfokus dengan memperluat armada perang saja. Namun lebih penting membangun penguatan ekonomi masyarakat. Dan pelabuhan terpadu di Teluk Buton ini selain menjadi alat untuk memperkuat ekonomi, juga akan menjadi benteng pertahanan dan keamanan negara," katanya.
Hal ini juga, lanjut Heri, sudah sempat dibicarakan juga dengan JICA (Japan International Cooperation Agency), yakni sebuah lembaga kerjasama pemerintahan Jepang. Dan pihak JICA diakui Heri membuka lampu hijau untuk andil dalam proyek di Natuna tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kita sudah sempat membuka pembicaraan dan JICA membika pintu untuk hal tersebut. Kita juga mau agar pelabuhan terpadu di Natuna ini memiliki value yang bisa menjadikan Natuna sebagai pusat perikanan internasional kedepannya," ujar Heri.
Bahkan JICA sendiri ditegaskan Heri telah ikut andil dalam pembangunan pulau-pulau terluar yang ada di Indonesia sebagai upaya pemakmuran ekonomi dan keterisoliran di Indoneaia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020