Hingga Juli 2022, Pinjaman Rp 180 Miliar Pemprov Kepri dari PT SMI Belum Cair

Konten Media Partner
6 Juli 2022 12:08
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Proyek fly over di simpang Ramayana Tanjungpinang yang menggunakan dana pinjaman PT SMI. Foto: Ismail/kepripedia.com
zoom-in-whitePerbesar
Proyek fly over di simpang Ramayana Tanjungpinang yang menggunakan dana pinjaman PT SMI. Foto: Ismail/kepripedia.com
ADVERTISEMENT
Dana pinjaman Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 180 miliar masih belum cair.
ADVERTISEMENT
Padahal pinjaman dari PT SMI ini sudah dimasukkan dalam APBD Kepri tahun 2022 untuk pembiayaan sejumlah proyek strategis di Kepri. Bahkan, ada proyek yang dialokasikan melalui dana pinjaman ini yang sudah dimulai tahap pengerjaannya.
Kabar jika pinjaman ini belum dapat dicairkan turut dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara.
Menurutnya, Pemprov Kepri sudah mengusulkan pinjaman tersebut dan kini masih sedang diproses.
Sebelumnya, pencairan dana PT SMI ini terkendala dengam sejumlah persyaratan administrasi yang belum lengkap. Seperti surat rekomendasi dan beberapa instansi terkait. Namun Pemprov Kepri mengaku telah menggesa untuk melengkapi kekurangan berkas tersebut.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Pinjaman dari PT SMI itu sudah proses, kita tinggal menunggu waktu saja," ujar Adi.
Sekdaprov Kepri ini menyebutkan, jika nanti pinjaman ini dicairkan, maka akan dilakukan secara bertahap. Pencairan akan menyesuaikan progres pembangunan yang dialokasikan melalui dana pinjaman anak perusahaan Kementerian Keuangan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Jadi proses pencairannya tidak seabrek atau sekaligus. Tapi disesuaikan progres pengajuan pembangunan yang menggunakan dana itu," terangnya.
Sebagaimana diketahui, dana pinjaman PT SMI ini digunakan untuk 3 proyek strategis di Kepri. Pertama yakni proyek pembangunan fly over atau jalanan layang di Tanjungpinang yang kini sudah masuk tahap pengerjaan dengan alokasi anggaran Rp 60 miliar.
Kedua yakni integrasi pelantar 1 dan 2 di Tanjungpinang dengan biaya Rp 40 miliar, dan ketiga, pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Karimun dengan alokasi Rp 47 miliar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020