News
·
13 Juni 2021 13:28
·
waktu baca 3 menit

Investasi Capai Rp 7 T, KEK Batam Aero Technic Dapat Serap 9 Ribu Tenaga Kerja

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Investasi Capai Rp 7 T, KEK Batam Aero Technic Dapat Serap 9 Ribu Tenaga Kerja (285431)
searchPerbesar
Pesawat Lion Air saat berada di Hanggar. Foto: Dok Lion Air
Batam Aero Technic (BAT) sebagai pusat perawatan dan pengerjaan pesawat udara (Maintenance, Repair, Overhaul/ MRO) yang terletak di Bandara Hang Nadim, Batam resmi menjadi kawasan khusus ekonomi (KEK).
ADVERTISEMENT
Hangar milik Lion Air Group ini menjadi KEK baru di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp 7,29 triliun. Tak hanya itu, KEK ini disinyalir  dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang hingga tahun 2030 nanti.
Selain itu, kehadiran KEK BAT ini juga diharapkan dapat menghemat devisa 65-70% dari kebutuhan perawatan pesawat udara dari beberapa maskapai penerbangan nasional. Selama ini untuk MRO sendiri mencapai Rp 26 triliun per tahun yang mengalir ke luar negeri.
"Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang diprediksi 12.000 unit pesawat udara dan nilai bisnis sebesar US$ 100 miliar pada 2025," terang Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam pesan tertulis diterima kepripedia, Sabtu (12/6).
ADVERTISEMENT
Untuk diketahui, Batam Aero Technic sendiri sebelumnya merupakan perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO) sejak tahun 2014 lalu.
Didirikan dengan tujuan untuk merawat dan memperbaiki pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan yang tergabung dalam Lion Air Group.
Soal capability, Batam Aero Technic saat ini telah melakukan sejumlah perawatan terhadap pesawat Airbus 320, Boeing 737 series, Airbus A330, Hawker 800/ 900 XP, ATR 72 500/ 600. Selain itu kini telag memperkerjakan kurang lebih 2.000 personil dengan jumlah investasi sekitar Rp 1 triliun.
Danang merincikan, Batam Aero Technic telah memiliki empat unit hanggar perawatan pesawat. Yakni dengan daya tampung 12 pesawat Boeing 737, Airbus 320. Kemudian satu unit hanggar untuk pembersihan permukaan cat pada badan pesawat (paint stripping) sebelum masuk proses pengecatan ulang (painting) dan perawatan pesawat, satu unit hanggar untuk pengecatan dan perawatan pesawat.
ADVERTISEMENT
Lainnya, satu gedung suku cadang seluas 4.000 m2, dan saty unit gedung sarana perawatan komponen pesawat (workshop).
"Sarana perawatan dan perbaikan telah dibangun diatas lahan seluas 30 hektar (Ha) yang disediakan oleh Badan Pengusahaan Batam," paparnya.
Sementara untuk Logistik, KEK BAT ini mencakup gudang peralatan, komponen (tools and sparepart) untuk pekerjaan yang berkaitan pabrikasi (maintenance workshop), seperti cabin item: dapur pesawat (galley), toilet pesawat (lavatory), kompartemen bagasi kabin (headrack), furnishing (seat, coverseat, carpet, handrest) dan lainnya.
"Kawasan industri BAT telah terbangun sejalan pada lahan tahap 1 dan 2 seluas 6 hektar (Ha). Saat ini dalam pembangunan tahap 3," tambah Danang.
Pada pembangunan hanggar tahap 3 ini, lanjutnya, BAT berencana membangun delapan unit hanggar yang dapat menampung 24 pesawat udara tipe Boeing 737 dan Airbus 320. Tanbahan unit hanggar ini diharapkan dapat meningkatkan serapan perawatan pesawat secara nasional dan internasional, serta meminimalisir jumlah pekerjaan yang dikirim ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
Setelah memenuhu kriteria dan kualifikasi, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 kini Batam Aero Technic telah berubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.
"Iklim usaha yang diciptakan oleh pemerintah sangat mendukung pertumbuhan dan pengembangan di Indonesia. Khususnya pengembangan dan pertumbuhan bidang usaha industri penerbangan," tuturnya.
Ada sejumlah langkah strategis untuk mendukung operasional KEK BAT ini, di antaranya jumlah SDM atau tenaga kerja berdaya saing. Karenanya BAT bersama Lion Air Group Training Center (LGTC) yang bergerak dibidang pendidikan khususnya pendidikan aviasi telah menambah tenaga kerja dengan keahlian sebagai mekanik atau teknisi pesawat udara sesuai kebutuhan.
Selain itu, dilakukan kerjasama dengan Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bidang aviasi yang bertujuan menjamin tersedianya tenaga kerja khususnya mekanik dan teknisi pesawat udara.
ADVERTISEMENT