Kemnaker Gagalkan Pengiriman 45 Calon PMI Nonprosedural yang Singgah di Batam

Konten Media Partner
18 Agustus 2021 21:15
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kemnaker Gagalkan Pengiriman 45 Calon PMI Nonprosedural yang Singgah di Batam (15085)
searchPerbesar
Petugas Kemnaker saat mengamankan CPMI di salah satu hotel di Batam. Foto: dok Kemnaker.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berhasil menggagalkan pengiriman 45 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) nonprosedural, yang direkrut dan akan diberangkatkan oleh beberapa perusahan ke Singapura.
ADVERTISEMENT
Mereka diamankan saat tim Pengawas dari Ketenagakerjaan, Ditjen Binwasnaker, dan K3 bersama Tim Satgas Pelindungan PMI, Ditjen Binapenta dan PKK Kemnaker melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa hotel yang menjadi tempat isolasi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (16/8) lalu.
Dalam sidak, tim gabungan yang dipimpin oleh Koordinator Norma Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja, Hubungan Kerja, dan Kebebasan Berserikat, FX Watratan, menemukan total ada 46 calon Pekerja Migran Infonesia yang ditampung di Hotel Penuin Batam, Hotel Redlink, dan De Merlion Hotel.
Di Hotel Penuin, ditemukan 45 CPMI memiliki dokumen dan 1 CPMI tidak memiliki dokumen lengkap. Ke-46 CPMI tersebut seluruhnya berjenis kelamin perempuan.
"Saat ini tim masih mendalami dokumen yang dimiliki 45 CPMI tersebut," kata Direktur Binariksa Kemnaker, Yuli Adiratna melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta yang dikutip kepripedia, Rabu (18/8).
ADVERTISEMENT
Yuli Adiratna menjelaskan ke-45 CPMI nonprosedural tersebut diduga diberangkatkan oleh beberapa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Salah satunya, diduga dilakukan oleh PT CKS yang berlokasi di Malang, yang akan memberangkatkan 13 CPMI ke Singapura.
"Menurut informasi, dokumennya ada, tapi kita akan dalami apakah sesuai regulasi atau tidak," lanjut Yuli Adiratna.
Dari hasil pengembangan sidak di Hotel Penuin, Batam, Kemnaker menduga modus operandi yang dilakukan yakni dengan cara mengoplos (mencampur) CPMI prosedural (memiliki dokumen) dengan nonprosedural (tak berdokumen).
Menyikapi itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyebutkan bahwa para CPMI tersebut tengah menjalani karantina di beberapa hotel untuk menuju Singapura.
"Kita tidak tahu mereka isoman di mana, dan datang kapan. Kita baru tahu waktu sidak itu saja karena mereka inikan transit ke luar," kata Rudi.
ADVERTISEMENT
Sementara seorang CPMI asal Banyumas bernama Ruwanti (41) diamankan petugas dikarenakan ketidaklengkapan dokumen perjalanan, telah dibawa kembali ke Jakarta.
"Yang satu itu aja yang dibawa ke Jakarta dan dipulangkan yang lain sudah diberangkatkan menuju Singapura. Sehingga tak ada lagi di Kota Batam," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020