News
·
8 Maret 2021 11:49

Ketua DPC Demokrat Karimun Dipecat

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Ketua DPC Demokrat Karimun Dipecat (254024)
Mantan ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karimun, Iwan Kusama saat diwawancarai. Foto: Khairul S/kepripedia.com
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kabupaten Karimun, Iwan Kusuma Atmaja, dipecat dari jabatannya sebagai ketua karena hadir pada pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Kisruh KLB tersebut dinilai menjadi upaya untuk menggulingkan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum yang sah di DPP partai Demokrat.
Buntutnya adalah pemecatan dilakukan terhadap dua kader Demokrat di Kepri, yakni ketua DPD Demokrat Provinsi Kepri, Apri Sujadi, dan Iwan Kusuma Atmaja yang merupakan ketua DPC Demokrat Karimun.
Isu Moeldoko akan mengkudeta Partai Demokrat santer dilakukan pada akhir Januari 2021 lalu. Hal itu menguak setelah agenda "ngopi-ngopi" kepala Staf Kepresidenan itu.
Ketua badan pembinaan organisasi kederirasi dan keanggotaan cabang DPC Demokrat Karimun, Supriadi, menyebutkan KLB yang digelar dinilai telah menyalahi aturan main yang ada pada tubuh partai besutan SBY tersebut.
"Dilaksanakannya KLB sah-sah saja, namun harus melalui tahap dan mekanisme yang ada sesuai AD/ART partai. Dari apa yang dipertontonkan akhirnya menunjukan kepada masyarakat berpolitik yang tidak mendidik," ujarnya, Senin (8/3).
ADVERTISEMENT
Dia juga menilai, apa yang diperlihatkan dalam pelaksanaan KLB itu menunjukan cara berpolitik yang tidak santun dan inkonstitusional. Belum lagi, Moeldoko yang notebene nya bukan merupakan kader Demokrat dan berada diluar lingkaran partai.
"Moeldoko yang pada dasarnya bukan merupakan kader partai Demokrat. Sehingga cara berpolitik yang kotor terlihat jelas pada hari ini," kata dia.
Dia menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih mengakui AHY sebagai ketua umum DPP pusat yang sah secara struktur partai Demokrat. Di samping adanya perbedaan pendapat, namun komitmen tetap mengakui struktur partai Demokrat yang lama.
"Cara-cara yang dilakukan seharusnya mengedepankan politik santun dan beradab, sesuai yang dianut oleh partai Demokrat sendiri. Hari ini kita melihat memang tidak beradab," tutupnya.
ADVERTISEMENT