News
·
19 April 2020 12:17

Limbah Minyak Kembali Cemari Laut Belakang Padang, Batam

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Limbah Minyak Kembali Cemari Laut Belakang Padang, Batam (111113)
Limbah yang di pesisir Belakang Padang. Foto: Istimewa
Pinggir laut ponton di Belakang Padang, Kota Batam kembali dicemari minyak hitam yang diduga kuat limbah, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Hal itu diketahui, dari laporan sejumlah warga yang mengeluhkan pencemaran limbah yang juga turut mengganggu penghasilan laut di Belakang Padang.
Sebelumnya, pada November 2019 lalu hal serupa juga pernah terjadi, akan tetapi pelaku pencemaran laut tersebut tak pernah terungkap.
Camat Belakang Padang, Yudi Admadji mengaku sangat menyayangkan pencemaran ini kembali terjadi. Terlebih kini di situasi masyarakat dan pemerintah sedang melawan pandemi COVID-19.
Terkait pencemaran itu, pihak Kecamatan Belakang Padang sudah mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup.
“Kami berharap pencemaran ini bisa jadi perhatian pihak-pihak untuk mengusut siapa pelaku pencemar laut khususnya di Belakangpadang,” kata Yudi.
Anggota DPRD Kota Batam, Arlon Veristo pun turut angkat bicara terkait terjadinya pencemaran yang kesekian kalinya ini yang juga berimbas pada kondisi pantai.
ADVERTISEMENT
"Peristiwa ini harus dicari tahu siapa orang yang sengaja buang minyak ke pinggir pantai," kata Arlon, Minggu (18/4).
Kata dia, penegak hukum dan pihak terkait harus betul-betul menangkap pelaku yang membuang limbah minyak tersebut.
Pasalnya, di perairan laut Belakang Padang itu, kejadian membuang limbah minyak bukan yang pertama kalinya, namun sudah kesekian kalinya dan pelaku tidak pernah tertangkap.
“Dalam hal ini yang punya wewenang untuk mengejar palakunya bukan dari polisi saja, tapi juga Angkatan Laut, Syahbandar, KPLP, Airud dan pihak yang berwenang di laut lainnya,” tegas Arlon.
"Kalau diabaikan begitu saja, akan kembali terjadi hal serupa. Maka dari itu siapa oknum pelaku yang sengaja membuang minyak harus diproses dengan tegas," tambah dia.
ADVERTISEMENT
Menurut Arlon, kejadian minyak itu terjadi di saat musim angin utara. Ia mengatakan limbah akan mengarah kedua lokasi yaitu Belakang Padang dan Nongsa. Ia menduga minyak berasal dari Out Port Limited (OPL).
"Diduga dari sana karena lintas kapal banyak yang lalu lalang sehingga di situ jadi terkendala untuk ungkap pelaku nya," ucap Sekretaris Komisi III DPRD Batam itu.