2019_1001_11140200.jpg

Massa Mahasiswa Akhirnya Diizinkan Masuk ke Depan Gedung DPRD Kepri

1 Oktober 2019 12:30
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Massa Mahasiswa Akhirnya Diizinkan Masuk ke Depan Gedung DPRD Kepri (507302)
zoom-in-whitePerbesar
Para mahasiswa yang marah dihadang oleh kawat berduri di depan Gedung DPRD Kepri, akhirnya dipersilahkan masuk untuk menyampaikan aspirasinya.
ADVERTISEMENT
Massa yang jumlahnya seribuan orang itu pun masuk dan melakukan orasi dengan damai.
Selain itu Ketua sementara DPRD Kepri, Lis Darmansyah saat berdialog dengan mahasiswa juga menerima dan menyetujui semua tuntutan mahasiwa.
Menurutnya, permintaan mahasiswa sebagai kaum intelek merupakan pernyataan keresahan masyarakat di tanah air.
Maka, sebagi wakil rakyat akan memfasilitasi hal-hal yang memang benar.
"Yang benar maka akan tetap menjadi benar," tegasnya di hadapan mahasiswa.
Oleh karena itu, lanjut Lis, DPRD Kepri akan memfasilitasi tuntutan yang diberikan oleh mahasiwa.
"Apa yang menjadi tuntutan kami mengerti. Kami tidak hanya menyatakan pernyataan terbuka.
Tapi juga pernyataan tertulis," sebutnya.
Sebelumnya, para mahasiswa tergabung dalam berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah kampus di Tanjungpinang dan Bintan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Kepri.
ADVERTISEMENT
Adapun tuntutan yang diharapkan mahasiswa, yakni, mengutuk pelemahan KPK oleh DPR dan Pemerintah, pembatalan terhadap RUU-KUHP, Pertanahan, KPK, Minerba, Pemasyarakatan, Ketenagakerjaan yang dinilai kontroversial dan tidak memihak masyarakat.
Kemudian, menuntut Pemerintah mengevaluasi pimpinan KPK terpilih, meminta pemerintah menerbitkan Perpu pembatalan pengesahan RUU KPK. Lalu, mengutuk keras tindakan represif oknum Polri terhadap massa aksi yang meminta Kapolri mengambil sikap terhadap persoalan itu.
"Lalu, meminta DPRD Kepri membuat pernyataan terbuka terhadap semua tuntutan-tuntutan kami," ujar mahasiswa dalam orasinya.
Penulis : Ismail
Editor : Wak JK