News
·
18 Februari 2021 14:55

Pembunuh Kucing dengan Kapak di Batam Akui Mengonsumsi Kucing sebagai Obat

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Pembunuh Kucing dengan Kapak di Batam Akui Mengonsumsi Kucing sebagai Obat (338253)
searchPerbesar
Ilustrasi hewan kucing. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Pelaku pemenggal kucing dengan kapak di Batam kini telah diamankan Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri, Rabu (17/2) malam.
ADVERTISEMENT
Kepada polisi, pria berinisial BSP (62) itu mengaku melakukan aksinya untuk mengkonsumsi daging kucing sebagai alternatif obat.
"Ini berdasarkan pengakuan pelaku bunuh kucing untuk konsumsi karena ia yakin dengan konsumsi daging kucing darah tinggi bisa turun," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto saat dikonfirmasi, Kamis (18/2).
Pelaku juga mengaku telah mengkonsumsi daging kucing sejak tahun 1991 hingga 1996 dan sempat berhenti karena tekanan darah menurun.
"Pelaku ini sempat periksa diri di salah satu Apotek karena tiba-tiba pusing, diketahui tekanan darah pelaku adalah 135/85,” jelasnya.
Karena tekanan darah itu pelaku mencoba mencari kucing dan didapatkan lah di sebuah Indomaret. Pelaku tanpa segan langsung mencabut kapak yang dibawa dari rumah dan membunuh hewan tersebut.
ADVERTISEMENT
Arie menyebutkan, saat diamankan, pelaku tidak memberikan perlawan dan ikut digiring ke Polda Kepri guna proses lebih lanjut.
"Hingga kini polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku." tutup Arie.
Diberitakan sebelumnya, aksi sadis terhadap hewan mungil itu terekam CCTV di lokasi kejadian. Tepatnya disalah satu minimarket di wilayah Tanjung sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam Kepulauan Riau , Rabu (17/2).
Video berdurasi 34 detik itu kemudian viral di sejumlah media sosial.

Tonton video