Rationing Air di Batam Ditunda

Konten Media Partner
14 Maret 2020 9:52
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Rationing Air di Batam Ditunda (502018)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto : Pixabay
Badan Pengusahaan (BP) Batam memutuskan untuk menunda rationing (penggiliran air bersih) sampai waktu yang akan ditentukan.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar kepada kepripedia, Jumat (13/3) sore.
"Ini merupakan kajian khusus mengenai distribusi air bersih untuk seluruh pelanggan yang sedang dilakukan BP Batam," kata Dendi.
Dia mengatakan, sebelumnya telah disampaikan oleh PT ATB bahwa rationing ini akan dilakukan mulai 15 Maret 2020. Akan tetapi terpaksa ditunda.
Keputusan penundaan rationing diambil oleh BP Batam agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha terus berlangsung kondusif serta lebih siap untuk menghadapi rationing bila terpaksa dilakukan.
Dia menambahkan, dalam proses penundaan ini BP Batam akan melakukan beberapa upaya untuk menambah ketersediaan air baku, di antaranya dengan pemasangan pipa penghubung dari Dam Tembesi ke Dam Duriangkang serta persiapan rekayasa hujan buatan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
ADVERTISEMENT
"Hal ini juga dilakukan mengingat saat ini elevasi Tinggi Muka Air (TMA) Dam Duriangkang hampir mencapai level - 3,19 meter. Sementara titik kritis berada pada elevasi TMA -3,4 di bawah spillway, dimana jika hujan tak kunjung turun akan terjadi penurunan 2 cm per hari," jelasnya.
Rationing Air di Batam Ditunda (502019)
zoom-in-whitePerbesar
Waduk Duriangkang Batam. Foto: Dok ATB
Minimnya curah hujan di Batam, mengakibatkan menyusutnya waduk-waduk yang merupakan tulang punggung ketersediaan air bersih di Pulau Batam. Hal ini menyebabkan harus dilakukannya pengaturan khusus untuk penyaluran air bersih kepada pelanggan.
Kemudian, BP Batam mengimbau kepada masyarakat dan dunia usaha agar lebih bijak dan hemat dalam penggunaan air bersih sehari-hari.
Terpisah, Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus saat dihubungi membenarkan penundaan rationing (penggiliran air bersih) di Batam. 
ADVERTISEMENT
Maria mengatakan, bahwa penggiliran baru akan dilakukan ketika level air di waduk Duriangkang telah mencapai -3,4 meter di bawah bangunan pelimpah. 
"Saat ini, elevasi air di waduk per tanggal 13 Maret telah mencapai -3,2 meter di bawah bangunan pelimpah," kata dia kepada kepripedia, Jumat (13/3) malam. 
Maria mengatakan, ATB mengimbau masyarakat kota Batam selalu berdoa agar hujan bisa turun dengan intensitas yang memadai dan dihindarkan dari potensi krisis air. 
Selain itu, ia juga berpesan agar tetap perlu waspada karena ancaman krisis air belum berlalu. Tetap bijak menggunakan air seperlunya, agar keberlangsungan air bersih bisa terus dinikmati. 
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020