News
·
15 Juli 2021 19:30
·
waktu baca 1 menit

Tak Melibatkan DPRD, Kebijakan Rahma Dinilai Hanya Mencari Sensasional

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Tak Melibatkan DPRD, Kebijakan Rahma Dinilai Hanya Mencari Sensasional (7661)
searchPerbesar
Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Dicky Novalino. Foto: Istimewa
Ragam penolakan terkait penerapan kebijakan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memberlakukan swab antigen berbayar di pos penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di area perbatasan Tanjungpiang-Bintan.
ADVERTISEMENT
Dikabarkan, Pemko Tanjungpinang menggandeng pihak Kimia Farma dalam hal penanganan tindakan swab antigen dengan tarif Rp. 150 ribu.
Menyikapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Dicky Novalino angkat bicara. Kepada kepripedia, Kamis (15/7) Diky menilai bahwa kebijakan Wali Kota Rahma lebih kearah mencari sensaional.
“Kebijakan-kebijakan seperti itu (SWAB Antigen berbayar) di jalur penyekatan harusnya dipikirkan dengan matang. Kondisi sudah sulit, jangan pula menambah beban masyarakat,” ujar Diky.
Mengaku sedang berada di luar kota karena urusan keluarga, Diky menjelaskan bahwa rencana Pemko untuk melibatkan pihak ketiga dalam hal tindakan swab antigen yang bertarif tersebut tidak pernah melibatkan DPRD.
“Saya lagi tidak di Pinang karena keluarga ada yang sakit. Setahu saya, Pemko tidak melibatkan kami sebagai wakil rakyat dalam wacana wali kota yang akhirnya banyak menuai kontra ini,” terangnya.
ADVERTISEMENT
Disinggung mengenai langkah DPRD terkait kebijakan Rahma, Dicky menunggu arahan ketua DPRD.
“Seperti apa langkah berikutnya, kami menunggu arahan ketua DPRD. Yang jelas, saya secara pribadi sangat menyayangkan hal ini sampai terjadi,” demikian Dicky.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020