Biang Kerok Ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir Tumbuh Melambat

Anas Rulloh Budi Alamsyah
Statistisi di Badan Pusat Statistik
Konten dari Pengguna
3 April 2024 14:37 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Anas Rulloh Budi Alamsyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kabupaten Indragiri Hilir
zoom-in-whitePerbesar
Kabupaten Indragiri Hilir
ADVERTISEMENT
Jumat, 1 Maret 2024 yang lalu BPS Kabupaten Indragiri Hilir telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir periode tahun 2023. Berdasarkan hasil rilis tersebut, ternyata ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir mengalami perlambatan sedalam 3,17%. Nilai tersebut menempati posisi keempat terbawah kategori kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi terkecil di Provinsi Riau.
ADVERTISEMENT
Jika ditelusuri secara mendalam, struktur ekonomi Indragiri Hilir ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Hal tersebut dibuktikan oleh besarnya kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Indragiri Hilir pada tahun 2023 dengan nilai kontribusi 46,67%. Namun, potensi yang besar tersebut tidak dapat dioptimalkan sepenuhnya sehingga inklusivitas ekonomi tidak terjadi yang ditandai dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Selain sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, terdapat tiga sektor lain yang menopang ekonomi Indragiri Hilir pada tahun 2023 seperti industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, dan konstruksi. Namun sektor-sektor tersebut juga mengalami perlambatan kecuali sektor konstruksi yang tumbuh 15,28%.
ADVERTISEMENT
Memang dari sisi nilai, angka tersebut merupakan angka pertumbuhan yang cukup besar jika berbicara mengenai pertumbuhan dari skala 0 sampai 100. Namun, realitanya tidak seperti yang dibayangkan dan nilai 15,28% memiliki makna yang lebih dari itu jika ditelusuri lebih dalam. Apalagi dari sisi kontribusi, sektor konstruksi menjadi sektor yang memiliki kontribusi terkecil hanya 6,75% dibandingkan tiga sektor utama lainnya.
Sektor konstruksi merupakan lapangan usaha berbanding terbalik dengan sektor pertanian, di mana tidak terlalu banyak menyerap tenaga kerja dalam input produksi meskipun output produksinya dinikmati oleh sebagian besar orang. Padahal, dalam konsep inklusivitas ekonomi, lapangan usaha yang bersifat padat karya memiliki peranan yang penting untuk mencapai pembangunan ekonomi yang merata.
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya program padat karya yang dicetuskan oleh pemerintah sejak sedari dulu merupakan salah satu program untuk pengentasan kemiskinan. Melalui padat karya ini, diharapkan masyarakat dapat mendapatkan pekerjaan dan memperoleh penghasilan sehingga kualitas hidupnya dapat meningkat.
Berkaca pada hal itu, sebenarnya Indragiri Hilir dapat mendongkrak perekonomiannya melalui program tersebut dengan melihat bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor yang dominan. Ditambah lagi dengan kondisi geografisnya yang memang berpotensi di sektor tersebut.
Dengan demikian, untuk melakukan pembangunan ekonomi di Indragiri Hilir di masa yang akan datang, pemangku kebijakan perlu memprioritaskan pemberdayaan lapangan pekerjaan yang padat karya di sektor dominan tersebut. Namun, bukan berarti saat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sudah menjadi prioritas, ketiga sektor lainnya tidak boleh dilupakan. Tetap saja ketiga sektor tersebut turut menjadi kekuatan ekonomi Indragiri Hilir untuk ke depannya.
ADVERTISEMENT