Kecanduan Gadget: Mahasiswa UNAND Edukasi Bijak Digital di SMPN 3 Batusangkar

Siap Mengabdi untuk Limo Kaum!
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Moka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Limo Kaum, 24 Juli 2025 - Kecanduan gadget kini menjadi bayang-bayang serius yang mengintai generasi muda, seiring maraknya penggunaan video game dan internet tanpa batas. Meski teknologi digital telah membawa kemajuan besar di bidang pendidikan dan komunikasi, sisi gelapnya tidak bisa diabaikan. Menyadari urgensi persoalan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) yang bertugas di Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, menginisiasi kegiatan edukatif bertajuk Video Game and Internet Addiction pada Kamis, 24 Juli 2025.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMPN 3 Batusangkar dengan pendampingan para guru. Sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran tentang pentingnya penggunaan internet secara bijak, produktif, dan terkontrol. Selain pemaparan materi edukatif, kegiatan ini juga diselingi dialog interaktif dan kuis singkat untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan. Sebagai bagian dari kegiatan, siswa/i turut mengisi kuesioner Internet Addiction Test (IAT) yang dirancang oleh Dr. Kimberly S. Young (1998). IAT terdiri dari 20 pertanyaan yang diukur menggunakan skala Likert 5 poin, mulai dari “tidak pernah” (0) hingga “selalu” (5). Skor total berkisar antara 0-100, dengan kategori sebagai berikut:
Normal: 0 – 39
Kecanduan Ringan: 40 – 69
Kecanduan Sedang-Berat: 70 – 100
Hasil pengisian kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kategori kecanduan ringan, sementara sebagian lainnya termasuk dalam kategori kecanduan sedang hingga berat. Hanya sedikit siswa yang masih berada dalam kategori penggunaan normal. Rentang skor yang diperoleh siswa berkisar 35 hingga 75, yang mengindikasikan bahwa mayoritas siswa/i telah mengalami dampak dari penggunaan internet secara berlebihan.
Berikut diagram hasil pengukuran tingkat kecanduan internet siswa:
Berdasarkan diagram di atas, dapat diketahui bahwa sebanyak 67% siswa berada dalam kategori kecanduan ringan. Sebanyak 12% siswa berada pada kategori kecanduan sedang, dan 1% berada pada tingkat kecanduan berat. Sementara itu, 20% siswa yang masih berada dalam kategori penggunaan normal. Data ini memperlihatkan bahwa sebagian besar siswa telah terpapar penggunaan internet yang cukup intens hingga mengarah ketergantungan.
Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dan pendampingan dalam penggunaan teknologi digital secara bijak, khususnya di kalangan remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Diharapkan hasil ini dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah dan orang tua untuk lebih memperhatikan perilaku digital siswa, serta mendorong kolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat secara digital dan mental.
Sebagai bentuk solusi yang mudah dipahami dan dipraktikkan, tim KKN Unand memperkenalkan metode F.O.K.U.S, yaitu pendekatan sederhana yang dirancang berdasarkan hasil riset serta disesuaikan dengan kebiasaan remaja masa kini.
Apa itu F.O.K.U.S?
F - Fokus pada hobi dan aktivitas nyata di dunia offline.
O - Offline-kan diri saat bersama orang lain.
K - Kendalikan waktu dengan jadwal dan alarm.
U - Ubah kebiasaan, ganti waktu online dengan membaca buku.
S - Sosialisasikan diri di dunia nyata (ikut kegiatan atau ngobrol langsung).
Melalui pendekatan ini, mahasiswa KKN Unand berharap dapat memberikan pemahaman bahwa teknologi bukanlah musuh, melainkan alat bantu yang seharusnya digunakan secara bijak. Bukan untuk menakut-nakuti atau melarang penggunaan internet, melainkan mengajak mereka menjadi lebih sadar terhadap dampak dan bijak dalam membentuk pola penggunaan teknologi yang sehat. Sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa teknologi harus dimanfaatkan, bukan justru menguasai kehidupan kita.
Mari bersama-sama mengelola teknologi dengan kendali, bukan hidup dibawah kendali teknologi, untuk menuju masa depan yang lebih cerah dan sehat.
