Bantu Biaya Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam di Kalimantan Tengah

Mari berkolaborasi

Sabtu (4/1) mungkin jadi hari paling mengejutkan bagi Istiharoh (30). Bayi laki-laki kembar lahir dari rahimnya dalam keadaan dempet bagian dada.
Saat ini kedua bayi tersebut dan Istiharoh dirawat intensif di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Menurut Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Fachrudin menuturkan, Rencananya bayi kembar siam dempet tersebut akan dilakukan operasi pemisahan di Rumah Sakit Surabaya. Namun operasi itu harus tertunda lantaran pihak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun masih menunggu konfirmasi dari tim bedah RSUD dr. Soetomo Surabaya yang akan melakukan observasi bayi kembar siam di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
"Surat kita sudah dibaca mereka, mereka mau rapatkan dulu, nanti hasilnya dikabarkan, apakah bisa dilakukan operasi pemisahan di sini atau harus dibawa ke Surabaya. Karena pascaoperasi pemisahan juga penting untuk diperhatikan," ucap Fachrudin seperti dilansir InfoPBUN (partner 1001 media kumparan).
Selain itu, estimasi biaya operasi juga tidaklah sedikit, butuh sekitar ratusan juta hingga Rp 1 miliar. Meski Istiharoh sudah memiliki BPJS, namun estimasi biaya operasi pemisahan tetap tak bisa ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.
Fachrudin juga menerangkan, Istiharoh saat ini mengalami depresi berat karena harus berjuang sendirian tanpa ditemani keluarga dan suami.
Suaminya pergi saat dia masih mengandung bayi kembar yang merupakan anak keduanya. Selama ditinggal suaminya, dia bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya bersama anak pertamanya yang masih berusia 5 tahun. Istiharoh biasa mengerjakan apa saja: menjadi buruh cuci baju, membersihkan rumah, --dia pun tinggal di kontrakan bersama anak pertamanya.
Sementara itu, dokter spesialis anak, Diah Erma Prita Santi menyampaikan, hasil evaluasi terhadap bayi kembar tersebut baik diberi oxycan maupun tidak, hasilnya bagus. Terdapat satu tali pusar, dua alat kelamin, dan dua anus. Namun, setelah dilakukan rontgen, diduga jantung bayi kembar tersebut bersatu.
"Jadi kemungkinan masih dugaan jantungnya ada dua tapi dempet juga atau memang ada satu jantung, karena yang terdengar detak jantungnya hanya satu," tutur Diah.
Lebih lanjut, Diah menjelaskan pada bagian dada bayi kembar tersebut terlihat ada dua liver (hati) bersatu dan usus bersatu. Kasus kembar siam ini memang jarang terjadi di dunia, ada 200 ribu banding 1 angka kelahiran.
Namun, menurut Fachrudin, kondisi sang bayi kembar saat ini normal seperti bayi pada umumnya. Bayi kembar ini dirawat di ruangan khusus agar terhindar dari infeksi.
"Minumnya seperti bayi biasa, pencernaannya juga lancar," bebernya.
---
kumparan mengajak readers membantu Istiharoh dengan berdonasi lewat kumparanDerma untuk membiayai operasi pemisahan bayinya yang kembar siam. Mari, berdonasi sekarang!
Stori ini merupakan bagian dari campaign kumparanDerma. Ayo berderma sekarang.
Untuk info, saran dan kritik mengenai kumparanDerma, sila kirim ke cs.derma@kumparan.com.

