Adi Buana Tegaskan Peran Strategis di Forum Warek I PTS Jawa Timur 2025

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surabaya, 9 September 2025 – Universitas PGRI Adi Buana (Adi Buana) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai kampus visioner yang menekankan kolaborasi akademik dan dampak global. Hal ini tercermin dari partisipasi aktifnya dalam Forum Wakil Rektor, Pembantu Rektor, Wakil Ketua, dan Direktur Bidang Akademik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Universitas Surabaya (UBAYA).
Dikutip dari website resmi UBAYA, universitas yang berlokasi di Jalan Raya ITS, Surabaya ini secara rutin menjadi tuan rumah forum akademik yang mengumpulkan pimpinan PTS se-Jawa Timur. Forum tahun ini mengusung tema “Silaturahmi dan Sharing Praktik Baik PTS: Merajut Kolaborasi Akademik Menuju Perguruan Tinggi Jawa Timur yang Berdampak Global”. Acara ini menjadi wadah strategis bagi PTS di Jawa Timur untuk menyinergikan langkah dalam meningkatkan kualitas akademik, memperkuat jejaring, dan mendorong inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kehadiran tokoh penting dari Adi Buana menegaskan posisi strategis kampus ini dalam forum tersebut. Beberapa pimpinan yang hadir antara lain:
Dr. Reza Rachmatullah, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Penelitian Forum Warek I PTS Jawa Timur sekaligus moderator sesi utama bertajuk “Sinergi Riset, Inovasi, dan Hilirisasi untuk Dampak Nyata”.
Prof. Dr. Hartono, M.Si., Dewan Pembina Forum Warek I PTS Jawa Timur yang memberikan arahan strategis terkait penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi.
Dr. Dra. Dwi Retnani Srinarwati, M.Si., Bendahara II Forum Warek I PTS Jawa Timur yang aktif mendukung tata kelola organisasi forum.
Dalam forum, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari implikasi regulasi terbaru, pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), hingga strategi hilirisasi riset. Menurut Dr. Reza Rachmatullah, kegiatan semacam ini penting karena hasil riset dan inovasi perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti pada publikasi akademik semata, melainkan juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri.
“Perguruan tinggi harus hadir dengan solusi nyata. Kolaborasi riset dan inovasi menjadi pintu masuk untuk menciptakan impact global yang bermula dari Jawa Timur,” ujarnya saat membuka sesi diskusi.
Dikutip dari laman Kemenristek Dikti Saintek, pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan hasil penelitian dan inovasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan fokus Adi Buana dalam mengembangkan program riset yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global.
Selain diskusi akademik, forum ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas PTS untuk memperkuat jejaring dan berbagi praktik terbaik. Prof. Dr. Hartono menekankan bahwa penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi akan mendorong inovasi yang berkelanjutan, sekaligus membantu mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek riset yang berdampak luas.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi antar-PTS sangat penting untuk menciptakan dampak nyata. Lulusan perguruan tinggi harus siap menghadapi tantangan global dengan keterampilan dan kompetensi yang relevan,” ujar Prof. Hartono.
Dalam konteks ini, Adi Buana Surabaya menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik internal, tetapi juga aktif membangun jejaring dan kolaborasi. Partisipasi dalam Forum Warek I PTS Jawa Timur menjadi bukti nyata bahwa kampus ini terus memperluas kiprahnya di tingkat regional maupun global.
Dwi Retnani Srinarwati menambahkan, forum ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk menyamakan visi dan misi dalam rangka menghadirkan inovasi yang aplikatif. “Bukan hanya berbagi teori, tetapi bagaimana ilmu yang kita kembangkan dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Selain itu, forum ini juga membahas tantangan implementasi regulasi terbaru dari Kemenristek Dikti Saintek terkait akreditasi dan penguatan mutu perguruan tinggi. Dikutip dari website resmi Kemenristek Dikti Saintek, regulasi ini menekankan perlunya link and match antara program studi dengan kebutuhan industri, yang sejalan dengan strategi Adi Buana dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi dan relevansi dunia kerja.
Diskusi intensif dalam forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan program riset kolaboratif, penyusunan kurikulum yang lebih adaptif, dan pengembangan pusat inovasi bersama antarperguruan tinggi. Semua upaya ini bertujuan untuk mendorong PTS di Jawa Timur menjadi institusi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi di kancah global.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan orientasi pada dampak nyata, Adi Buana terus menunjukkan bahwa perannya bukan hanya sebagai penyedia pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem akademik yang inovatif dan berdaya saing global. Kehadiran dan kontribusi aktif dalam Forum Warek I PTS Jawa Timur 2025 menjadi bukti nyata komitmen ini.
“Kolaborasi tidak berhenti di sini. Forum ini membuka peluang bagi PTS untuk saling belajar, membangun proyek bersama, dan menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Adi Buana siap menjadi bagian dari ekosistem ini,” tutup Dr. Reza Rachmatullah.
Dikutip dari TribunJatim, Forum Warek I PTS Jawa Timur merupakan salah satu forum tahunan yang rutin menghadirkan pimpinan PTS di seluruh provinsi untuk membahas strategi penguatan mutu, inovasi akademik, dan hilirisasi riset. Keberhasilan forum ini dalam menggabungkan perspektif akademik dan praktik industri menjadikannya referensi penting bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam meningkatkan daya saing dan dampak sosial.
Sumber: unipasby.ac.id
