Bedah Strategi IKU, Kampus Tak Harus Nomor Satu untuk Jadi Satu-satunya

SEVIMA
Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
Konten dari Pengguna
3 Mei 2024 12:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pemerintah Indonesia, melalui Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 210/M/2023, telah menetapkan delapan indikator kinerja utama (IKU) yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan dana. Indikator-indikator ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan memastikan bahwa institusi tersebut mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan sumber daya manusia nasional.
ADVERTISEMENT
Dosen Universitas Trunojoyo Madura, Wahyudi Agustino, Ph.D, menekankan pentingnya perguruan tinggi untuk memiliki standar mutu yang excellence atau exceptional. Menurutnya, universitas besar seperti ITB, UI, dan UGM telah menetapkan standar yang tinggi, yang sering kali sulit diikuti oleh perguruan tinggi yang lebih kecil. Namun, ia mengajak untuk tidak kehilangan semangat dan mencari celah yang dapat dijadikan keunggulan kompetitif perguruan tinggi.
"Kalau bicara terkait excelannce tentu yang terpikirkan seperti ITB, UI, sedangkan perguruan tinggi kecil pasti tidak akan bisa mengejar," kata Wahyudi saat Webinar Nasional SEVIMA bertajuk Strategi Sukses Meningkatkan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi yang dikutip Jumat (3/5/2024).
Salah satu pendekatan yang diusung oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) adalah melalui spesialisasi di bidang yang sangat spesifik, yang tidak hanya unik tapi juga vital. Ia menyoroti keunikan program studi Informatika di kampusnya yang fokus pada aplikasi teknologi informasi dalam industri garam. Pendekatan ini tidak hanya membuat kampusnya berbeda dari institusi lain seperti ITS, ITB, atau UI, tetapi juga menempatkan mereka dalam posisi yang exceptional.
ADVERTISEMENT
"Saya dari Universitas Trunojoyo Madura, saya kebetulan di Prodi Informatika. Kalau kami dibandingkan dengan ITS ya jelas bukan nomor satu, tapi kami satu-satunya kalau sudah berbicara tentang garam. ITS lewat, ITB lewat, atau bahkan UI lewat," ucapnya.
Studi kasus di UTM menunjukkan bahwa keunggulan dan reputasi perguruan tinggi tidak selalu harus bersandar pada perbandingan langsung dengan universitas besar yang telah memiliki nama. Dengan memanfaatkan kekhasan dan spesialisasi, sebuah perguruan tinggi dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan, yang pada akhirnya memenuhi salah satu dari indikator kinerja utama yaitu inovasi dan keunikan dalam pendidikan dan penelitian.
"Jadi Universitas Trunojoyo bukan nomor satu tapi kita satu-satunya tapi kita yang excellence dan exceptional kalau sudah berbicara tentang garam. Jadi seperti itu kira-kira konsep untuk menjadi sesuatu yang bereputasi," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Pendekatan exceptional ini dapat menjadi strategi yang efektif bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk tidak hanya memenuhi standar kinerja yang ditetapkan oleh pemerintah tetapi juga untuk meningkatkan reputasi mereka di mata dunia akademis dan industri secara lebih luas. Ini adalah sebuah pelajaran bahwa inovasi dan kekhasan bisa menjadi kunci dalam kompetisi pendidikan tinggi, terutama di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif saat ini.
Workshop Nasional SEVIMA
Melihat tantangan tersebut SEVIMA mengelar Workshop Nasional bertajuk Strategi Sukses Pemenuhan & Pelaporan Indikator Kinerja Utama (IKU-PTS). SEVIMA sebagai Perusahaan Education Technology (Edutech) yang telah 20 tahun menggelar seminar dan pelatihan bersama lebih dari 3.000 Kampus se-Indonesia, mengundang pimpinan perguruan tinggi yang ada di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk hadir dalam acara prestisius ini.
ADVERTISEMENT
Acara akan dilaksanakan pada Selasa, 21 Mei 2024 di Universitas Ngurah Rai Bali. Dengan pembicara yang tentu berkompeten di bidangnya Direktur Jenderal Vokasi Kemendikbud Ristek (2020-2022) Wikan Sakarinto, Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., serta CEO Sevima Sugianto Halim, S.T., M.M.T.
Pendaftaran Worksop dapat dilakukan dengan menghubungi Konsultan SEVIMA di nomor: 08988-493-495.