Dosen FKIP Undana Raih Penghargaan Internasional di Kongres ESChE 2025

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PUTRAJAYA, MALAYSIA, 14 AGUSTUS 2025 – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional melalui partisipasinya dalam Energy Security and Chemical Engineering Congress (ESChE) 2025 yang digelar di The Evenly Hotel, Putrajaya, Malaysia. Dalam ajang bergengsi ini, tim dosen dan peneliti Undana berhasil meraih Penghargaan Artikel Terbaik, menegaskan kontribusi aktif Undana dalam upaya global menuju pembangunan rendah karbon dan pengembangan energi berkelanjutan.
Kongres ESChE 2025 yang berlangsung pada 12 hingga 14 Agustus 2025 mengangkat tema “Towards Net-Zero: Pathways to Sustainability”, berfokus pada upaya global untuk mencapai lingkungan bebas emisi karbon atau net-zero emission melalui transisi energi dan penerapan teknologi berkelanjutan, khususnya di sektor teknik kimia. Dalam kongres ini, para ahli, akademisi, peneliti, dan profesional di bidang energi dan teknik kimia dari berbagai negara ASEAN hadir untuk mendiskusikan cara-cara menuju transisi energi berkelanjutan dan penerapan teknologi yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim.
Delegasi Undana yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. dr. drh. Annytha I R Detha, M.Si., turut berkontribusi dalam forum ini, menunjukkan kesiapan universitas di kawasan timur Indonesia untuk berkontribusi pada solusi global dalam pengembangan energi berkelanjutan dan keberlanjutan lingkungan. Kehadiran Undana di kongres ini memperlihatkan komitmen universitas dalam mendukung upaya-upaya global menuju transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Konferensi ini menyoroti pentingnya keamanan energi dari sumber terbarukan dan konvensional, serta teknologi hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Prof. Ir. Dr. Mohd Fairusham Bin Ghazali, Direktur Pusat Fluida UMPSA, dalam sambutan pembukanya mengungkapkan, “Kongres ini mengadopsi teknologi-teknologi baru seperti Kecerdasan Buatan (AI), digitalisasi, dan sistem rekayasa cerdas sebagai pendorong utama dalam perjalanan menuju net-zero.” Dengan semakin meningkatnya permintaan energi, terutama di negara berkembang, kongres ini menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan mengenai cara-cara agar transisi energi dapat dilakukan tanpa mengorbankan ketahanan dan aksesibilitas energi di masa depan.
ESChE 2025 menghadirkan tiga pembicara utama, termasuk Ts. Prof. Dr. Jolius bin Gimbun dari UMPSA, Prof. Dr. Chantaraporn Phalakornkule dari King Mongkut’s University of Technology North Bangkok, Thailand, serta Ir. Dr. Norshah Hafeez Shuaib dari MTC Group of Companies. Mereka memberikan wawasan mendalam mengenai penerapan teknologi berkelanjutan dalam industri dan sektor energi. Tidak hanya itu, sejumlah dosen dan peneliti dari Undana juga turut serta dalam sesi paralel kongres, berbagi pemikiran dan hasil riset mereka yang berfokus pada energi berkelanjutan dan transisi menuju net-zero.
Puncak kebanggaan bagi Undana dalam kongres ini adalah perolehan Penghargaan Artikel Terbaik yang diterima oleh tim dosen dan peneliti dari Fakultas Teknik. Artikel yang berjudul “Synthesis, Characterization, and Adsorption Application of Seaweed (Eucheuma Cottonii)-Based Magnetic Biochar for Methyl Orange Dye” ini menonjolkan inovasi dalam memanfaatkan rumput laut sebagai bahan dasar untuk menciptakan material yang ramah lingkungan, yaitu biochar magnetik. Inovasi ini sangat relevan dengan tema kongres yang berfokus pada teknologi berkelanjutan, dan menjadi kontribusi nyata Undana dalam upaya global untuk mengatasi tantangan lingkungan.
Penggunaan rumput laut sebagai bahan baku untuk biochar magnetik merupakan terobosan yang berpotensi besar dalam dunia penelitian kimia dan energi. Prof. Yantus A. B. Neolaka, salah satu anggota tim penulis artikel, mengungkapkan, “Inovasi ini tidak hanya bermanfaat untuk proses penyaringan bahan kimia berbahaya, tetapi juga sejalan dengan tujuan besar kongres ini, yaitu menciptakan teknologi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.” Pemanfaatan bahan alam yang melimpah ini dapat menjadi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan kimia sintetik yang sering kali berbahaya bagi lingkungan.
Keikutsertaan Undana dalam Energy Security and Chemical Engineering Congress 2025 bukan hanya sebagai ajang untuk memperkenalkan hasil penelitian, tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas jaringan internasional, memperkuat kapasitas akademik dalam bidang energi dan teknik kimia, serta menjalin kolaborasi dengan akademisi, industri, dan pemerintah dalam rangka mencari solusi inovatif bagi masalah energi global. Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana, salah satu peneliti di Undana, menyatakan, “Kami berharap partisipasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi Undana sebagai pusat riset yang berkelanjutan, tetapi juga membawa dampak positif bagi pembangunan sektor energi di Indonesia.”
Kontribusi Undana dalam kongres ini memperlihatkan bahwa universitas yang terletak di kawasan timur Indonesia siap untuk berperan aktif dalam mencapai net-zero emissions dan mendukung pengembangan energi berkelanjutan. Inovasi dan kolaborasi yang terjalin selama konferensi diharapkan dapat menciptakan solusi teknologi yang bisa diterapkan di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan.
Sebagai universitas yang berkomitmen untuk berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, Undana tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada penerapan hasil riset yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Dengan meraih Penghargaan Artikel Terbaik di Energy Security and Chemical Engineering Congress (ESChE) 2025, Undana membuktikan dirinya sebagai pemain utama dalam pengembangan energi berkelanjutan dan teknologi ramah lingkungan. Keterlibatannya dalam forum internasional ini tidak hanya meningkatkan reputasi akademiknya, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transisi global menuju net-zero emissions.
Undana kini semakin dikenal sebagai pusat riset yang berorientasi pada pengembangan teknologi berkelanjutan yang dapat mendukung pembangunan Indonesia dan dunia secara lebih hijau dan berkelanjutan.
Sumber: undana.ac.id
