Konten dari Pengguna
UNAND Tuan Rumah Pertemuan MDGB PTNBH 2025, 120 Guru Besar
23 September 2025 14:46 WIB
·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
UNAND Tuan Rumah Pertemuan MDGB PTNBH 2025, 120 Guru Besar
Universitas Andalas (UNAND) menjadi tuan rumah Pertemuan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB PTNBH) se-Indonesia yang digelar pada 25–27 September 2025 di Convention HalSEVIMA
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Padang, 23 September 2025 — Universitas Andalas (UNAND) menjadi tuan rumah Pertemuan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB PTNBH) se-Indonesia yang digelar pada 25–27 September 2025 di Convention Hall Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang. Panitia mengumumkan, forum ini menghadirkan 120 guru besar dari 24 PTNBH di seluruh Indonesia dan mengusung tema “Peran Strategis Guru Besar untuk Kedjajaan Bangsa.” Agenda utama digelar Jumat, 26 September 2025 mulai pukul 07.00 WIB, serta disiarkan langsung melalui kanal siaran resmi kampus. Dikutip dari laman panduan acara UNAND, Convention Hall beralamat di Jalan Dr. Mohammad Hatta, Kampus Limau Manis, Padang.
ADVERTISEMENT
Susunan pembicara pada sesi diskusi utama mencerminkan kekuatan jejaring keilmuan lintas kampus. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, hadir sebagai keynote speaker. Sesi panel menampilkan Prof. Andi Pangerang Moenta (Universitas Hasanuddin), Prof. Masrul (Universitas Andalas), dan Prof. Yazid Bindar (Institut Teknologi Bandung) dengan Prof. Nursyirwan Effendi sebagai moderator. Keberadaan Prof. Brian Yuliarto sebagai Mendiktisaintek dikonfirmasi laman resmi kementerian dan pemberitaan akademik yang menampilkan kiprah beliau mendorong penguatan kapasitas sains dan teknologi nasional.
Sebagai tuan rumah, Universitas Andalas menyiapkan rangkaian pelayanan akademik dan protokoler untuk menyambut para delegasi. Dikutip dari profil institusi, UNAND berlokasi di Padang, Sumatera Barat, dengan Rektor Dr. Efa Yonnedi dan Kampus Limau Manis sebagai pusat kegiatan akademik; universitas ini merupakan salah satu PTN tertua di luar Jawa dan memiliki jejaring kolaborasi regional dan internasional.
ADVERTISEMENT
Tema “Peran Strategis Guru Besar untuk Kedjajaan Bangsa” menegaskan optimisme bahwa guru besar memegang peranan penting dalam menggerakkan tridarma, memperkuat relevansi riset, serta memastikan pendidikan tinggi menjadi motor kemajuan ekonomi berbasis pengetahuan. Dengan mempertemukan para profesor dari berbagai rumpun ilmu, forum MDGB PTNBH di UNAND dirancang untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan dan praktik baik yang dapat diadopsi lintas kampus.
Dalam beberapa tahun terakhir, koridor PTNBH terus diperluas pemerintah sebagai strategi meningkatkan otonomi akademik, ketangkasan tata kelola, dan daya saing global perguruan tinggi. Dikutip dari portal SINTA Kemdikbudristek, daftar PTNBH mencakup sejumlah perguruan tinggi besar seperti UNAND, UI, UGM, IPB University, ITB, hingga universitas negeri di berbagai provinsi; rezim PTNBH menjadi instrumen penting untuk mendorong peningkatan kinerja penelitian, inovasi, dan kemitraan strategis.
ADVERTISEMENT
Forum MDGB PTNBH sendiri telah beberapa kali diselenggarakan secara bergilir di kampus-kampus anggota sebagai wahana sinkronisasi agenda riset, kolaborasi lintas-keilmuan, dan diseminasi capaian. Dikutip dari pemberitaan resmi salah satu universitas anggota, forum ini sebelumnya digelar di Surakarta pada 2024 dengan keterlibatan luas Dewan Guru Besar, memperlihatkan kesinambungan dialog akademik antarkampus PTNBH.
Agenda di Convention Hall UNAND akan diisi dengan sidang pleno, sesi panel tematik, dan perumusan rekomendasi. Topik yang dibahas mencakup:
ADVERTISEMENT
UNAND juga menyiapkan live streaming agar sivitas akademika, alumni, dan publik dapat mengikuti jalannya diskusi. Dikutip dari kanal resmi kampus, UNANDofficial menjadi saluran siaran kegiatan universitas, termasuk wisuda dan rangkaian forum ilmiah.
Kehadiran 120 guru besar dari 24 PTNBH menandai kuatnya semangat kolaborasi. Forum menautkan profesor dari kedokteran, sains dan teknologi, sosial-humaniora, ekonomi dan bisnis, pertanian, hingga seni dan budaya. Pertemuan ini diharapkan mempercepat pertukaran praktik baik (best practices) seperti:
ADVERTISEMENT
Di ranah eksternal, kolaborasi PTNBH dapat membantu memperluas jejaring internasional kampus Indonesia pada konsorsium akademik Asia dan global. Dengan tata kelola PTNBH yang lincah, universitas mampu membangun kerja sama jangka panjang yang mendorong mobilitas talenta, penelitian bersama, dan proyek inovasi yang berdampak.
Dikutip dari halaman profil universitas, Universitas Andalas adalah perguruan tinggi negeri di Padang, Sumatera Barat, dengan Kampus Limau Manis sebagai pusat kegiatan akademik; universitas ini memiliki sejarah panjang kontribusi pendidikan tinggi di Sumatera dan telah melahirkan banyak tokoh nasional.
Dikutip dari panduan venue UNAND, Convention Hall Universitas Andalas berlokasi di Jalan Dr. Mohammad Hatta, Kampus Limau Manis. Ruang pertemuan ini kerap menjadi lokasi konferensi ilmiah berskala nasional dan internasional. Lokasi yang strategis dan infrastruktur yang representatif memastikan kenyamanan pelaksanaan forum, termasuk untuk hybrid meeting.
ADVERTISEMENT
Hasil pertemuan MDGB PTNBH 2025 di UNAND ditargetkan tidak berhenti pada seruan moral, melainkan rekomendasi operasional yang dapat diterapkan sebagai rencana tindak di setiap kampus. Rekomendasi itu diharapkan menyentuh:
Dengan dukungan Mendiktisaintek dan jejaring PTNBH, rekomendasi yang lahir dari forum ini diharapkan memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan, transformasi digital, dan penciptaan nilai tambah yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
Informasi Tambahan dan Akses Publik
Masyarakat dapat memantau perkembangan acara melalui kanal komunikasi resmi panitia. Dikutip dari kanal siaran kampus, UNANDofficial menjadi rujukan untuk mengikuti live streaming agenda inti. Penggunaan kanal digital memperluas akses publik terhadap gagasan besar para guru besar, sekaligus mempromosikan budaya ilmiah yang inklusif.
Sumber: unand.ac.id

