Bisnis
·
12 September 2020 7:44

3 Fakta soal DPR dan Menteri Jokowi Tuding Anies Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Konten ini diproduksi oleh kumparan
3 Fakta soal DPR dan Menteri Jokowi Tuding Anies Jadi Penyebab IHSG Anjlok (79028)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menarik rem darurat dan kembali menerapkan PSBB total dinilai sejumlah pihak menjadi penyebab anjloknya IHSG pada Kamis (10/9).
ADVERTISEMENT
Untuk lebih lengkapnya, berikut kumparan sajikan berita tersebut:

Ketua Banggar DPR Sindir Anies

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyebutkan pengumuman pemberlakuan PSBB total oleh Anies menjadi penyebab saham Indonesia rontok.
“Kejadian kemarin sangat disesalkan atas pernyataan yang begitu bombastis dan dramatis oleh Gubernur DKI Bapak Anies Baswedan, sehingga menimbulkan hal yang tidak perlu dan membakar ludes Rp 300 triliun saham-saham kita berguguran,” ujar Said dalam Rapat Banggar DPR RI, Jumat (11/9).
Said menuturkan, rontoknya saham Indonesia itu berpotensi menghancurkan banyak korporasi, termasuk juga akan menghancurkan sektor ritel.
“Kalau korporasi hancur maka ritel hancur,” tegasnya.
3 Fakta soal DPR dan Menteri Jokowi Tuding Anies Jadi Penyebab IHSG Anjlok (79029)
Anggota DPR RI fraksi PDIP Said Abdullah terpilih sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI beserta empat wakil ketua lainnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Menurut dia, rontoknya saham juga merupakan tantangan berat bagi Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dapat kembali menstabilkan pasar keuangan dan mengembalikan kepercayaan para pelaku pasar.
ADVERTISEMENT
“Ini lah tantangan berat OJK dan BI,” kata Said.

Airlangga Sebut Pernyataan Anies Penyebab IHSG Rontok

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, selama ini IHSG bergerak cukup stabil. Namun kembali anjlok pagi ini lantaran pernyataan Anies untuk melakukan PSBB ketat.
"Beberapa hal yang kita lihat sudah menampakkan hasil positif berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian karena announcement Gubernur DKI tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5.000," ujar Airlangga dalam Rakornas Kadin, Kamis (10/9).
Di awal perdagangan Kamis (10/9), IHSG dibuka turun 119,062 poin atau 2,31 persen ke posisi 5.030,314. Selang 2 menit setelah pembukaan, IHSG kembali tertekan 3,16 persen.
ADVERTISEMENT
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah hari ini bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS hari ini dibuka di Rp 14.799 atau melemah 34,00 poin (0,23 persen).
3 Fakta soal DPR dan Menteri Jokowi Tuding Anies Jadi Penyebab IHSG Anjlok (79030)
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Adapun saat penutupan, IHSG ambles 5,01 persen ke level 4.891,46 setelah sebelumnya perdagangan sempat dihentikan oleh bursa karena turun lebih dari 5 persen.
Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 668 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi menyentuh Rp 10,2 triliun.

IHSG Menguat Lagi

Namun IHSG kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat (11/9). Indeks ditutup naik 125,251 poin (2,56 persen) ke 5.016,712.
Sementara itu, Indeks LQ45 ditutup naik 22,201 poin (2,94 persen) ke 778,316. Sebanyak 299 saham naik, 158 saham turun, dan 119 saham stagnan.
ADVERTISEMENT
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 945.222 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 14,273 miliar saham senilai Rp 14,002 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 92,47 miliar. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 5.846,622 triliun.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: