Bisnis
·
20 September 2020 20:20

4 Rahasia Berdagang di Masa Pandemi dari Menteri Perdagangan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
4 Rahasia Berdagang di Masa Pandemi dari Menteri Perdagangan (31143)
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meresmikan gudang (SRG) komoditas ayam karkas beku di gudang SRG milik PT Atma Mulya Jaya (PT AMJ), di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (22/7). Foto: Kementerian Perdagangan
Menteri Perdagangan atau Mendag, Agus Suparmanto, mengungkapkan empat ilmu dagang agar usaha mampu bertahan di masa pandemi COVID-19. Dengan empat ilmu tersebut, usaha tak sekadar bertahan namun diharapkan bisa menembus pasar ekspor.
ADVERTISEMENT
“Pandemi ini mengubah tatanan dan untuk bertahan, kita harus menyesuaikan diri. Dengan social distancing, pendekatan konvensional sudah tidak lagi bisa diterapkan,” kata Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, dalam Jakarta Marketing Week 2020 di Jakarta, Minggu (20/9).
Adapun empat strategi itu, yakni empathy society atau mengedepankan empati dalam komunikasi pemasaran kepada target pasar. Strategi ini, kata dia, dilakukan mengingat sisi lain dari pandemi COVID-19 melahirkan perilaku masyarakat baru yang penuh empati dan sarat solidaritas sosial.
Kemudian, pemasaran multimedia yang memberikan informasi dan menjawab semua keluhan atau kebutuhan pelanggan melalui berbagai platform informasi baik website, media sosial, surat elektronik hingga pesan aplikasi.
4 Rahasia Berdagang di Masa Pandemi dari Menteri Perdagangan (31144)
Ilustrasi belanja online. Foto: Shutterstock
Selanjutnya, adalah jaminan keamanan terkait produk yang ditawarkan. Selain itu strategi go virtual atau digital, yakni memastikan bisnis perusahaan bisa dijangkau dalam jaringan (daring/ online).
ADVERTISEMENT
Karena menurut Mendag, konsumen saat ini beralih menggunakan media digital apalagi di masa pandemi seperti ini. Dengan digital, memungkinkan pemasaran produk bisa lebih luas tidak hanya nasional tetapi juga pasar internasional.
Produk Indonesia, kata dia, memiliki peluang yang besar merambah pangsa pasar dunia karena hingga 2019, porsi ekspor Indonesia terhadap total ekspor dunia kurang dari satu persen yakni 0,89 persen dengan realisasi ekspor mencapai 167,49 miliar dolar AS.
Dalam paparannya, Mendag Agus menjelaskan posisi Indonesia dalam perdagangan global 2019 berada di peringkat ke-32 atau di bawah Singapura yang menduduki peringkat 15, Vietnam (19), Thailand (24) dan Malaysia (25).