32 Persen Minyak yang Diolah Kilang Balongan Diimpor dari Afsel

Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan atau Kilang Balongan merupakan salah satu dari 7 kilang yang dikelola PT Pertamina (Persero). Kilang ini memiliki kapasitas produksi 125.000 barel per hari (bph).
Manager Communication and CSR Pertamina RU-VI Balongan Rustam Aji mengungkapkan, 20 sampai 32 persen minyak mentah yang masuk ke Kilang Balongan diimpor dari Afrika Selatan (Afsel), sisanya dari dalam negeri.
"Pasokan minyak ini dari Riau, sebagian juga ada dari Jatibarang. Tapi, sekitar 20 sampai 32 persen impor dari Afrika Selatan," ujar Rustam Aji saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (26/9).
Sekitar 86 persen bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi Kilang Balongan didistribusikan ke Jakarta dan sekitarnya.
"Tentu khusus untuk RU VI, tugas kami adalah menjaga keandalan dari kilang sehingga jumlah produksi yang sudah ditetapkan RU VI Balongan tetap terpenuhi," katanya.

Kilang Balongan memiliki tingkat kompleksitas paling tinggi dibanding kilang minyak Pertamina lainnya, yakni 11,9 menurut perhitungan Nelson Complexity Index (NCI).
Rincian produksi Kilang Balongan, antara lain Premium sebesar 26,3 persen, Solar 24,1 persen, High Octane Mogas Component (Homc) 14 persen, Pertamax 12,2 persen, Deken Oil 6,3 persen, Propelling (plastik) 4,8 persen, LPG 4 persen, Avtur 3 persen, dan Pertamax Turbo 1,4 persen.
RU VI Balongan mulai beroperasi sejak tahun 1994. Kilang ini berlokasi di Indramayu, Jawa Barat sekitar 200 kilometer arah timur Jakarta, dengan wilayah operasi di Balongan, Mundu dan Salam Darma.
