Bisnis
·
22 Juli 2021 11:20
·
waktu baca 3 menit

5 Hal yang Paling Bikin Karyawan Bahagia: Pertama Gaji, Berikutnya Apa?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Hal yang Paling Bikin Karyawan Bahagia: Pertama Gaji, Berikutnya Apa?  (35914)
searchPerbesar
Ilustrasi suasana kantor bagi millenial. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Banyak hal yang bikin karyawan bahagia, termasuk di digital startup. Meski ada pameo menyatakan "Uang bukanlah segalanya", namun ternyata survei Revou mengungkapkan gaji sebagai hal pertama yang paling menentukan kebahagiaan karyawan.
ADVERTISEMENT
Revou adalah perusahaan digital marketing yang melakukan riset tentang kebahagiaan karyawan digital startup. Dari riset itu, mereka merilis 38 digital startup yang karyawannya paling bahagia. Selengkapnya bisa dibaca di sini:
Selain itu, Revou juga melakukan analisa kualitatif atas review yang mereka peroleh dari dari Glassdoor dan Jobstreet. Dari situ disimpulkan 5 hal yang paling menentukan kebahagiaan karyawan di digital startup, yakni:

1. Gaji

Banyak karyawan yang menuliskan review positif ketika kompensasi mereka sesuai atau bahkan di atas rata-rata angka pasar. Di kala pandemi ini, selama perusahaan dapat memberikan kepastian gaji, sudah menjadi faktor yang membuat karyawan merasa lebih tenang.
Dari analisis review, Revou juga menemukan karyawan yang tidak mendapatkan kompensasi sesuai peraturan yang berlaku ketika pandemi COVID-19 terjadi. Hal ini memberikan dampak negatif terhadap tingkat kebahagiaan karyawan tersebut.
ADVERTISEMENT

2. Fasilitas/Benefit

Selain gaji, digital startup juga berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas yang menarik bagi karyawannya. Jumlah review yang menonjol soal aspek fasilitas/benefit ini diperoleh Tokopedia dengan rating 4.55.
Dari salah satu review yang disampaikan salah seorang karyawannya, diketahui Tokopedia memberikan fasilitas/benefit sebagai berikut:
5 Hal yang Paling Bikin Karyawan Bahagia: Pertama Gaji, Berikutnya Apa?  (35915)
searchPerbesar
Ilustrasi startup. Foto: Shutter Stock
- Asuransi kesehatan (termasuk meng-cover COVID-19)
- Dokter online gratis 24/7
- Yoga/zumba secara online
- Program online untuk mental illness
- Akses perpustakaan online (internal dan eksternal) gratis
- Mengusulkan pelatihan eksternal yang dibayar oleh perusahaan
- Untuk karyawan muslim ada program day-off khusus untuk umrah dan Haji
Selain itu, beberapa digital startup memberikan promo khusus yang bisa dinikmati hanya oleh karyawan yang bertransaksi di platformnya. Perusahaan yang menawarkan ini ada Tokopedia, Tiket.com, dan HappyFresh.
ADVERTISEMENT

3. Work-Life Balance

Meski ada aturan perundang-undangan yang menetapkan jam kerja karyawan dan jika melebihi waktu tersebut dihitung sebagai lembur, namuan sudah jadi rahasia umum kenyataannya tidak begitu. Banyak perusahaan yang menuntut karyawannya untuk bekerja lebih dari waktu yang ditentukan.
Hal ini berdampak pada kebahagiaan dan kesejahteraan karyawan. Seorang karyawan digital startup menuturkan, pandemi justru membuat batas antara jam kerja dan jam pribadinya menjadi kabur. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mengurangi kebahagiaannya dalam bekerja.
Pada sisi lain, jika diterapkan dengan sesuai, fleksibilitas yang dimiliki saat work from home (WFH) berdampak positif, bahkan menjadi salah satu pertimbangan bagi karyawan dalam memilih tempat kerja.

4. Working Environment

Lingkungan kerja adalah faktor keempat yang menentukan kebahagiaan karyawan. Hal ini mencakup yang dihadapi karyawan hari ke hari. Mulai dari tim kerja, atasan, serta aktivitas selain kerja yang ada di perusahaan.
ADVERTISEMENT
'Support' atau 'dukungan' menjadi kata kunci utama kebahagiaan di lingkungan kerja. Termasuk ketika memiliki rekan kerja yang mendukung perkembangan. Sebaliknya, ketika karyawan berhadapan dengan tim maupun atasan yang tidak menghargai mereka, maka ini berdampak negatif terhadap kebahagiaannya.

5. Jenjang Karier dan Personal Growth

Selain gaji, fasilitas, dan suasana, pengembangan diri jadi faktor lain yang menentukan kebahagiaan karyawan. Berdasarkan polling yang pernah dibuat Revou di LinkedIn, 37 persen dari 387 responden merasa bahwa ‘memaksimalkan potensi diri’ menjadi faktor yang paling memotivasi mereka saat ingin berganti karier.