AASI Resmi Luncurkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah Indonesia

1 Desember 2022 15:31
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi asuransi. Foto: thodonal88/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi asuransi. Foto: thodonal88/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengambil langkah fundamental dengan meluncurkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah untuk memajukan industri asuransi syariah serta mendorong pertumbuhan perekonomian syariah dan nasional.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum AASI, Tatang Nurhidayat, mengatakan dokumen ini hasil pembahasan selama 8 bulan. Menurut dia, penetrasi asuransi di Indonesia masih cukup rendah dibandingkan negara lain, tak terkecuali asuransi jiwa syariah yang telah hadir sejak 1994.
Meski begitu, kata dia, Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, namun masih memilih asuransi jiwa konvensional sebesar 26 persen, dibandingkan asuransi jiwa syariah hanya 12 persen. Sedangkan 61 persen muslim lainnya mengaku tidak memiliki asuransi.
“Industri kita ini masih dihadapkan oleh sejumlah tantangan, di antaranya terkait literasi, saluran distribusi, kurang beragamnya produk dan layanan, hingga perangkat-perangkat penentu seperti kebijakan atau peraturan yang masih perlu diperkuat," ujarnya saat konferensi pers peluncuran Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah Indonesia, Kamis (1/12).
ADVERTISEMENT
Tatang melanjutkan, memasuki usia yang ke-19, AASI meluncurkan dokumen cetak biru asuransi jiwa syariah yang merupakan panduan untuk melakukan perencanaan strategis guna memajukan industri asuransi jiwa syariah.
Dia menjelaskan, dokumen ini memetakan jalur untuk semua pemangku kepentingan industri dan menjabarkan berbagai inisiatif untuk memenuhi visi bersama AASI, yaitu asuransi jiwa syariah yang dapat diadopsi secara universal dan mendorong kemakmuran serta perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Tercapainya visi ini menjadi esensial terutama karena setiap individu akan melewati banyak peristiwa transformatif yang bisa bersifat tak terduga dalam kehidupan mereka, seperti pendidikan, pernikahan, kelahiran anak, pensiun, sakit atau kecelakaan," jelasnya.
Sementara itu, Taskforce Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah, Yoga Prasetyo, mengatakan dokumen ini memiliki tiga pilar fokus penting, yaitu mengkomunikasikan nilai-nilai asuransi jiwa syariah dan membangun kepercayaan; meningkatkan dan mengembangkan cara kerja; dan berinovasi dalam produk, bisnis, dan distribusi.
ADVERTISEMENT
"Pondasi untuk memberdayakan industri dan mengatasi kendala pemain dalam mewujudkan potensi penuh mereka. Dengan mengacu kepada kerangka kerja tersebut, kami telah menyusun serangkaian inisiatif untuk menjadi solusi end-to-end dan menciptakan ekosistem yang baik dan kondusif bagi asuransi jiwa syariah,” kata Yoga.
Yoga melanjutkan, cetak biru ini dapat diimplementasikan bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan sesuai jangka waktu yang telah diatur selama 2022-2028. Penyusunan dokumen ini juga didukung penuh oleh Prudential Syariah.
Presiden Direktur Prudential Syariah, Omar Sjawaldy Anwar, menyampaikan, pihaknya mengapresiasi AASI yang mendengar dan memahami para pelaku industri asuransi syariah.
"Dukungan kepada AASI ini merupakan langkah besar bagi kami dan merefleksikan kolaborasi yang sinergis. Tentunya cetak biru ini akan menjadi pedoman kami merancang kebijakan guna memperluas akses perlindungan yang lebih luas lagi," pungkas Omar.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020