kumparan
10 Sep 2018 19:26 WIB

Ada Holding Migas, PGN Pastikan Tetap Pertahankan Saka Energi

Sumur Eksplorasi TKBY-2 milik PT Saka Energi Indonesia di lepas pantai utara Jawa Timur, Jumat (31/8/18). (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN memastikan tetap mempertahankan anak usaha mereka, PT Saka Energi Indonesia, di dalam kepemilikan perusahaan meskipun ada holding migas. Saka merupakan anak usaha PGN di bidang hulu migas.
ADVERTISEMENT
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo, mengatakan sampai saat ini Saka masih beraktivitas. Bahkan, mereka baru saja menemukan cadangan minyak Tambak Boyo, Pangkah, di Gresik, Jawa Timur.
“Saka masih anak usaha PGN. Kemarin juga kita tetap beraktivitas, malah melakukan nuansa postif untuk dunia upstream Indonesia dengan discovery di tambak boyo,” kata dia saat ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Senin (10/9).
Karena itu, ke depannya, fokus Saka akan terus dilakukan ke eksplorasi migas Indonesia sama seperti di bisnis hulu Pertamina. Dia berharap Saka bisa lebih baik ke depannya.
Dalam konsolidasi holding migas, anak usaha Pertamina di bidang gas, yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas) yang diakuisisi PGN. Ini dilakukan agar tidak ada lagi persaingan bisnis tidak sehat dalam distribusi gas ke industri dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Nilai akuisisi ini ditetapkan sebesar Rp 16,6 triliun. PGN melakukan dua kali pembayaran ke Pertamina, yaitu 50 persen berasal dari kas internal dan 50 persen lagi kemungkinan dari utang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan