Agar Lepas dari Status Middle Income Trap, RI Diminta Berkaca ke Korea dan Chile

8 Agustus 2022 17:32
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brojo. Foto: Facebook/@Bambang Brojo
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brojo. Foto: Facebook/@Bambang Brojo
ADVERTISEMENT
Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut Indonesia harus berkaca kepada Korea Selatan dan Chile, untuk bisa keluar dari middle income trap atau gelar negara dengan pendapatan menengah.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Bambang Brojonegoro dalam forum The 3rd Development Working Group (DWG) Presidensi G20 Side Event dengan tema Transforming the Economy Towards A Resilient and Sustainable Economic di Bali, Senin (8/8).
"Ketika kita mencoba mengejar visi Indonesia 2045, kita ingin keluar dari middle income trap. Sayangnya tidak banyak negara yang bisa keluar dari middle income trap," ujarnya.
Potret kemiskinan di Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Potret kemiskinan di Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Komisaris Utama PT Telokom menjelaskan bahwa negara-negara seperti Meksiko dan Afrika Selatan sudah mencoba dengan sangat keras, namun tidak pernah mencapainya. Bambang menyarankan agar Indonesia bisa berkaca ke Korea Selatan.
"Korea adalah contoh, mereka satu-satunya yang bisa keluar dari middle income trap. Tapi bisakah kita mereplikasi Korea Selatan, tentu saja kita harap bisa, tapi sulit," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dia menjelaskan Korea Selatan bisa keluar dari middle income trap sebab mereka tidak pernah tergodan dengan komoditas. Dia menyebut mengapa Meksiko dan Afrika Selatan gagal karena negara tersebut tergoda dengan harga komoditas global yang naik.
Banyak negara yang gagal karena mereka sudah merestrukturisasi ekonomi mereka melalui industrialisasi namun ketika ada lonjakan harga komoditas, mereka kembali lagi ke komoditas dan melupakan sektor manufaktur.
"Ini lah yang terjadi di Indonesia setiap waktu. Jadi ide industrialisasi di Indonesia sangat sulit. Saat ini kontribusi manufaktur di PDB kurang dari 20 persen. Dan kita tidak pernah benar-benar menjadi negara industri. Ini lah yang membuat hidup kita begitu berat untuk mencontoh Korea Selatan," ungkap Bambang.
Selain Korea Selatan, Bambang juga ingin Indonesia berkaca ke Chile. Bambang mengatakan negara Chile berhasil membuat nilai tambah pada sumber daya alam mereka untuk diekspor tidak sebagai bahan mentah.
ADVERTISEMENT
"Jika kita lihat ekspor Chile hari ini, mayoritas ekspor Chile bukan komoditas, tapi produk. Produk apa, produk yang masih berbahan dasar dari tembaga. Jadi mereka benar-benar membuat nilai tambah sumber daya alam mereka" pungkasnya.