AHY: Proyek Giant Sea Wall Bakal Kombinasikan Beton dan Mangrove
ยทwaktu baca 2 menit

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) akan mengkombinasikan beton dan pendekatan alami menggunakan mangrove.
Proyek GSW di Pantai Utara Jawa (Pantura) sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (23/9).
AHY mengatakan, proyek GSW sangat strategis dan mendesak karena puluhan juta masyarakat di pesisir Pantura setiap saat terancam bencana penurunan permukaan tanah maupun banjir rob.
"Ini semua dampak dari global warming dan climate change, kita perlu mengambil langkah strategis, memproteksi kawasan industri strategis atau kawasan ekonomi khusus yang juga harus kita lidnungi," katanya saat ditemui di Makara Art Center UI, Rabu (24/9).
Dia berharap penurunan permukaan tanah tersebut tidak sampai berdampak pada ekonomi secara signifikan, sebab terdapat beberapa kawasan ekonomi dan industri di sepanjang Pantura.
Nantinya, pembangunan GSW tidak hanya berbentuk beton (concrete), namun juga akan menggunakan pendekatan alamiah yakni menggunakan tanaman mangrove yang juga berfungsi sebagai pemecah ombak.
"Pendekatan yang integratif, tidak hanya sebuah beton, tidak semua dibayangkan semua concrete, tapi juga dikombinasikan dengan pendekatan atau solusi yang lebih alamiah, termasuk menggunakan mangrove dan lain sebagainya," jelas AHY.
AHY menjelaskan, proyek GSW membutuhkan anggaran jumbo, sehingga dirinya akan berkoordinasi dengan Badan Otorita Khusus Pengelola Pantura Jawa untuk mendapatkan investor.
"Kami sedang membidik sejumlah negara dan partner yang bisa bekerja sama, menghadirkan investasi yang kredibel dan berkelanjutan," tuturnya.
Sebelumnya, di hadapan peserta Sidang Umum PBB, Prabowo menjelaskan soal peningkatan permukaan air laut yang ekstrem, terutama di pantai utara Jakarta hingga 5 cm setiap tahunnya.
"Permukaan air laut di pantai utara ibu kota kita meningkat lima sentimeter setiap tahunnya. Bisakah Anda bayangkan dalam 10 tahun? Bisakah Anda bayangkan, dalam 20 tahun?" kata Prabowo.
Prabowo pun menyampaikan rencana pembangunan Giant Sea Wall di Pantura sepanjang 480 km. Menurutnya, proyek ini membutuhkan waktu hingga 20 tahun, namun pemerintah berkomitmen untuk segera melangkah.
Investasi pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantura, yakni dari Banten hingga Gresik Jawa Timur, mencapai USD 80 miliar. Khusus untuk pembangunan GSW di Teluk Jakarta, Prabowo memperkirakan proyek tersebut memakan biaya sekitar USD 8-10 miliar dan dapat diselesaikan dalam 8 tahun.
