Bisnis
ยท
20 November 2020 18:16

AirAsia Buat Usaha Antar Makanan, Garuda Minat Ikut Bisnis di Luar Penerbangan?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
AirAsia Buat Usaha Antar Makanan, Garuda Minat Ikut Bisnis di Luar Penerbangan? (12340)
Maskapai Garuda Indonesia Foto: Shutter stock
Wabah corona menampar bisnis industri penerbangan secara global. Pendapat usaha maskapai merosot akibat penerbangan penumpang turun drastis.
ADVERTISEMENT
Beberapa maskapai mulai melirik bisnis lain di luar penerbangan, misalnya seperti AirAsia yang masuk pelayanan antar makanan bernama AirAsia Food. Bahkan belum lama ini, Bos AirAsia Tony Fernandes mengunggah fotonya sedang mengantarkan makanan. Apakah Garuda tertarik masuk bisnis lain?
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mengakui keinginannya masuk dalam bisnis lain di luar penerbangan di saat sulit seperti ini. Tapi, bisnis alternatif itu tidak sesuai dengan mandat yang diamanatkan pemegang saham kepada Garuda Indonesia.
"Sebenarnya saya pengin juga buka restoran, buka hotel, buka properti. Tapi kan mandat yang diberikan ke kita bangun airline dan sekelilingnya. Saya percaya di sekeliling kita, apabila swasta bisa kembangkan, bisa memberikan peluang, apalagi UMKM," kata dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/11).
AirAsia Buat Usaha Antar Makanan, Garuda Minat Ikut Bisnis di Luar Penerbangan? (12341)
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Karena itu, kara Irfan, manajemen memilih untuk fokus pada bisnis kargo, ekspor produk Indonesia seperti ikan dari kawasan Indonesia Timur, dan penyewaan pesawat atau charter. Menurutnya, saat ini banyak pelanggan Garuda yang merasa aman terbang dengan maskapainya di masa sulit ini karena tidak perlu transit.
ADVERTISEMENT
Sedangkan bisnis ekspor komoditas hasil alam Indonesia seperti ikan dan sejenisnya, bisa membantu para pelaku usaha di daerah. Garuda Indonesia langsung menerbangkannya ke negara tujuan seperti Manado-Tokyo, Makassar-Singapura, dan Bali-HongKong.
Tidak hanya membuka penerbangan langsung ekspor, Garuda Indonesia juga memberikan diskon hingga 50 persen untuk pengiriman antar kota. Upaya ini, menurutnya, bisa menopang pendapatan Garuda Indonesia sekaligus membantu UMKM agar bisa bangkit lagi.
"Kita secara sangat sadar tidak akan masuk ke bisnis beberapa airline lakukan yang menurut saya impact-nya secara finansial tidak terlalu signifikan dan menurut kami bukan sesuatu yang pas dilakukan. Tapi kita diskusi soal itu lebih dalam. Mudah-mudahan apa yang kita putuskan hari ini jauh lebih tepat dibandingkan teman lainnya," beber Irfan.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white