Airlangga: Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh Lebih Tinggi dari Negara Lain

5 Agustus 2022 16:19
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Jokowi bertemu delegasi Dana Moneter Internasional (IMF) di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (17/7).  Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Jokowi bertemu delegasi Dana Moneter Internasional (IMF) di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (17/7). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membanggakan soal pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini disampaikan Airlangga usai mengikuti kegiatan 10 tahun forum pemimpin redaksi media nasional.
ADVERTISEMENT
Menurut Airlangga, kinerja positif ekonomi ini menggambarkan masih baiknya keuangan Indonesia saat ini. Pertumbuhan ekonomi pun dia nilai jauh lebih baik dari banyak negara.
"Arti pertumbuhan ekonomi 5,44 persen dinarasikan positif, di situasi ini Indonesia masih bisa tumbuh lebih tinggi dari negara lain," ujar Airlangga pada Jumat (5/8).
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto di acara 10 Tahun Forum Pemred, Jumat (5/8/2022).
 Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto di acara 10 Tahun Forum Pemred, Jumat (5/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Badan Pusat Statistik mengumumkan, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,44 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan tumbuh 3,72 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kendati begitu, Airlangga menyatakan bahwa pemerintah masih mewanti-wanti sejumlah tantangan yang bisa berdampak pada ekonomi ke depan.
Beberapa hal yang sebelumnya ia singgung bisa menjadi sentimen dalam kinerja perekonomian ke depan mulai dari konflik-konflik geopolitik yang masih terjadi. Di antaranya adalah konflik antara Rusia dan Ukraina serta yang terbaru adalah antara China dengan Taiwan.
ADVERTISEMENT
"Kita liat tantangan masih sangat banyak, situasi ini harus memberi optimisme. Terutama kita tahu masyarakat penting dalam pembangunan, kalau kita kita dorong optimisme," pungkasnya.
Reporter: Annisa Thahira Madina