Bisnis
·
5 Mei 2021 17:08

Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Rebound hingga 7 Persen Usai Minus

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Rebound hingga 7 Persen Usai Minus (158000)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Indonesia masih terjebak dalam jurang resesi ekonomi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 yang masih terkontraksi minus 0,74 persen secara year on year (yoy) dan minus 0,96 persen secara kuartalan (qtq). Meski demikian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perekonomian Indonesia sudah mengindikasikan adanya pemulihan.
ADVERTISEMENT
Untuk itu pemerintah pun optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 bisa tembus di level 7 persen.
“Di kuartal II 2021 pemerintah positif kita bisa mencapai 6,9 persen sampai di atas 7 persen,” ujar Airlangga dalam virtual konferensi pers, Rabu (5/5).
Menurut Airlangga pihaknya cukup optimistis pertumbuhan ekonomi bisa tembus 7 persen di kuartal II 2021 sebab pemerintah mengacu pada basis data PDB. Adapun pada kuartal II 2019 PDB konstan Indonesia berada di level Rp 2.735,4 triliun. Sementara di kuartal II 2020, PDB konstan berada di level Rp 2.589,8 triliun. Artinya ada penurunan yang cukup signifikan sehingga pada saat itu ekonomi Indonesia turun menjadi minus 5,3 persen.
Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Rebound hingga 7 Persen Usai Minus (158001)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menurut Airlangga jika PDB konstan bisa dikembalikan sama seperti di level kuartal II 2019 maka Indonesia sudah mengantongi modal pertumbuhan ekonomi hingga 5,6 persen. Kemudian jika dilihat dari historisnya sepanjang 2020, ekonomi Indonesia selalu tumbuh di kisaran 1,3 persen sampai 1,5 persen dari kuartal ke kuartal. Artinya dengan modal 5,6 persen ditambah pertumbuhan 1,3 persen, maka perekonomian Indonesia bisa mencapai 6,9 persen.
ADVERTISEMENT
“Seperti yang kita ketahui sejak 2020 di kuartal II sampai dengan III dan IV kita rerata tumbuh 1,3 persen sampai 1,5 persen. Sehingga dengan pokok 5,6 persen kalau ditambah 1,3 persen itu kita bisa mencapai 6,9 persen. Oleh karena itu pemerintah confident angka 6,9 atau 7,8 persen tercapai di kuartal II,” tegasnya.
Selain itu Airlangga mengatakan proyeksi pemerintah tersebut juga sejalan dengan prediksi berbagai lembaga yang konsisten memberikan range pertumbuhan positif untuk kuartal II 2021.
“Baik itu oleh Bloomberg, maupun lembaga-lembaga yang lain. Di tahun 2021 secara keseluruhan, range-nya juga berada dalam range positif 4,7 persen sampai 4,9 persen ini dari lembaga-lembaga. Dan pemerintah akan mendorong agar 4,5 persen sampai 5,3 persen,” tandasnya.
ADVERTISEMENT